Program F-35 Gagal Luncurkan Pembaruan Perangkat Lunak yang Mendesak di Tengah Perang

Anda pasti tahu rasanya ketika perangkat tak bisa diupgrade ke sistem operasi terbaru. Sebagian besar aplikasi masih berfungsi, namun masalah kompatibilitas yang menyebalkan mulai muncul, dan lama-kelamaan gadget tersebut menjadi penuh *glitch* dan nyaris tak bisa dipakai. Cukup menjengkelkan bila ini terjadi pada ponsel seharga $1.100, tapi pastilah jauh lebih *mengesalkan* bila gadget yang dimaksud adalah pesawat tempur senilai $80 juta dan Anda sedang berusaha menggunakannya untuk menggulingkan Republik Islam Iran.

Upaya untuk memperbarui perangkat lunak pesawat tempur F-35 sepenuhnya telah mandek, berdasarkan laporan Pentagon yang belum diterbitkan dan ditinjau oleh Bloomberg.

Sebagaimana diperjelas laporan 2023 dari Defense One, masalah terkait telah lama membebani Pentagon dan produsen F-35, Lockheed Martin. F-35 dengan sistem perangkat keras dan lunak Technology Refresh 2 (TR-2) secara teori membutuhkan pembaruan ke sistem Technology Refresh 3 (TR-3) yang dijanjikan memberikan “daya komputasi 20 hingga 25 kali lebih besar, ditambah memori lebih banyak dan tampilan kokpit panorama baru.”

Namun, memasang TR-3 pada pesawat saat itu dilaporkan justru membuatnya tidak andal, sehingga Pentagon menghentikan penerimaan F-35 kecuali dilengkapi perangkat lunak yang berfungsi. “Meski metriknya tak dapat diungkap karena alasan keamanan, setidaknya TR-3 harus menyamai kesetaraan TR-2 sebelum dapat diterima untuk penggunaan operasional,” ujar Russ Goemaere, juru bicara program F-35 Pentagon kala itu.

Menurut pernyataan Lockheed tahun 2024, Lockheed Martin mulai mengirimkan F-35 dengan kemampuan TR-3 pada Juli tahun tersebut. Pernyataan itu mengunggul-unggulkan kompatibilitas dengan sistem Blok 4, yang menambahkan “kapasitas pembawa misil yang meningkat, kemampuan perang elektronik non-kinetik canggih, dan pengenalan target yang lebih baik,” menurut situs web resmi F-35.

MEMBACA  Penawaran Penyimpanan Cloud Terenkripsi: Dapatkan 100TB Penyimpanan Cloud yang Aman dan Terenkripsi untuk Selamanya dari Internxt

Tetapi, menurut dokumen Pentagon baru yang ditinjau Bloomberg, tidak ada kemampuan tempur tambahan yang dikirimkan untuk F-35 pada 2025. Laporan baru ini menyatakan TR-3 “sebagian besar tidak dapat digunakan” sepanjang 2025, karena “masalah stabilitas, kekurangan kemampuan, dan temuan defisiensi yang berkelanjutan.”

Perlu dicatat bahwa laporan tersebut, dalam istilah Bloomberg, merujuk pada “versi perangkat lunak yang belum sepenuhnya diuji.”

Pembengkakan biaya F-35 memang terkenal. Pada 2016, saat Donald Trump masih presiden terpilih, ia menulis bahwa pengeluaran sudah “di luar kendali” dan ia memertimbangkan memotong anggaran program tersebut setelah pelantikannya. Ia memang berhasil menurunkan biaya per unit F-35 sebesar 25% pada 2018, meski total pengeluaran program tetap pada tingkat yang fantastis. Namun kemudian ia meminta lebih sedikit F-35 dibanding sebelumnya dalam paket anggaran Pentagon tahun lalu.

Namun tampaknya F-35 belakangan telah terlibat pertempuran, dengan atau tanpa pembaruan perangkat lunak. AS memposisikan F-35 di dekat Iran sebelum pertempuran dimulai, dan Jerusalem Post mengklaim bahwa pasukan AS setidaknya menggunakan satu unit untuk menembak jatuh drone dalam pekan lalu. Sementara Israel menyatakan telah terlibat pertempuran udara di atas Iran menggunakan F-35 miliknya sendiri.

Lockheed Martin tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Tinggalkan komentar