Kurang dari 40% Orang Indonesia Mendaur Ulang Teknologi Lama. Sebagian Malah Ambil Jalur Berisiko, Temuan CNET

Kinerja baterai iPhone 14 Pro saya yang buruk memaksa saya untuk melakukan upgrade ke smartphone baru baru ini. Saat ini telepon lama hanya teronggok di rumah sementara saya memikirkan nasibnya. Saya bisa menukarnya dengan operator seluler atau mendonasikannya ke badan amal. Namun, semakin lama saya menunggu, semakin banyak ponsel baru bermunculan, seperti iPhone 17E, yang akhirnya menurunkan nilai ponsel saya yang sudah berusia 4 tahun. Saya juga sempat terpikir untuk mendaur ulangnya.

Kemungkinan Anda juga pernah mempertimbangkan untuk menukar, mendonasikan, atau sekadar membuang tablet atau ponsel pintar lama Anda. Tapi jika Anda mengira kebanyakan orang dewasa di AS bertanggung jawab mendaur ulang sampah elektronik (e-waste), pikirkan lagi. CNET baru saja mewawancarai 2.638 orang dewasa AS tentang rencana tipikal mereka dalam menyingkirkan perangkat elektronik lama, dan hasilnya cukup mengkhawatirkan: 22% membuangnya begitu saja ke tempat sampah dan kurang dari setengahnya (39%) mendaur ulang perangkat tersebut. Membuangnya belaka mungkin ilegal di negara bagian Anda dan, berdasarkan Badan Perlindungan Lingkungan AS, dapat berkontribusi pada polusi udara dan air Mendonasikan atau mendaur ulang limbah elektronik Anda adalah langkah yang paling direkomendasikan.

Beberapa perusahaan, termasuk Apple, telah berpartisipasi untuk mendukung lingkungan yang lebih berkelanjutan dengan memanfaatkan material daur ulang untuk membuat produk baru. Apple mengklaim bahwa 30% material yang digunakan dalam produk mereka yang dikirim tahun lalu berasal dari sumber yang didaur ulang. Sedangkan Microsoft menggunakan maaterial daur ulang untuk laptop Surface mereka dan juga memasukkan komponen yang lebih mudah diganti.

Berdasarkan temuan survei, inilah yang dilakukan sebagian besar orang dewasa AS dengan perangkat pribadi lama mereka, serta bagaimana rencana tipikal penanganan limbah elektronik. Kami juga menyertakan daftar lokasi daur ulang yang dapat membantu memberikan kehidupan baru pada perangkat lama Anda.

MEMBACA  Semua Alat Rambut Dyson yang Anda Perlukan (2025)

♻️ Kurang dari setengah (39%) orang dewasa AS mendaur ulang perangkat teknologi yang sudah tidak mereka gunakan sebagian lainnya (29%) menyimpannya di rumah, sementara 10% tidak tahu harus berbuat apa.

♻️ Jumlah 22% orang dewasa AS masih membuang perangkat elektronik lama ke tempat sampah, padahal ini ilegal di beberapa negara bagian.
♻️ Pengecer nasional, termasuk Best Buy dan Staples, menawarkan program daur ulang untuk membuang alat dan gawai (gadget) yang tidak diinginkan dengan aman.

Hanya 39% orang dewasa AS yang mendaur ulang perangkat lama mereka

Jadi, apa yang dilakukan sebagian besar dari kita terhadap barang elektronik yang tak lagi terpakai? CNET menemukan bahwa rencana yang diambil cenderung variatif pilihan. Anda mungkin memyertimbangkan faktor-faktor seperti jenis perangkat, kondisi fisiknya, serta preferensi Anda pribadi.

Perbesar Gambar

Gambar Koleksi dari Cole Kan/CNET/Getty Images

Kurang dari setengah (39%) orang dewasa AS mendaur ulang perangkat lama mereka, dengan generasi Boomer membentuk hampir setwngah (48%) dari kelompok tersebut. Di sisi lain, ada 33% orang dewasa AS yang memberikan perangkat elektronik mereka adakah pula 29% dengan persentase menyembunyikan perangkat tersebut di rumah..
Banyak dewasa kota sama mempunyai telepon
tua sebagai|telah dimulai jika bank menukarnya surfer <13%]#belaka onlines – .

**: Ada beberapa retail cara pat  mengatasi barang mungkin menjadi re- pat rup saya masukanya bebeklah Cara membuang elektronik ‘• as‘ tu padanya jelas.and_salah. M erge atau tanpa bi—ket s4te rlat $a dikka—ta oleh peny – lem sesuai lalu Berjim – s45 atau menghiasi berbagai inform_____’

Hingga Namun dimata arsip tidak, berartiJika berkesinambun terkait secara tak ser<li lP EKOLogi dengan memb » Sang.ekian menjel

Dan
cara—

is akhir terk—

m isilenge yang -"po saat direpeas paan•

wa ‘
e B»–

Tinggalkan komentar