Hilangnya 1 Juta Pembeli Mobil Baru dari Ekonomi AS, Mobil Baru Semakin Menjadi Impian yang Tak Terjangkau

Baru-baru ini, tren menunjukkan bahwa membeli mobil baru kini lebih terasa seperti sebuah “gaya pamer” ketimbang hal wajar yang bisa dilakukan oleh orang Amerika pada umumnya. Proyeksi dari Ford, GM, Toyota, serta beberapa pabrikan lain sepakat pada satu hal: orang Amerika tidak akan serta-merta mulai membeli lebih banyak mobil baru dalam waktu dekat, menurut laporan dari Wall Street Journal.

Journal tersebut merincinya begini: penjualan mobil baru tahunan di AS mencapai 17 juta unit setahun sebelum pandemi pada 2020. Ramalan para analis yang dikutip Journal menyebutkan bahwa potensi penjualan tahun ini paling banter hanya akan mencapai 16 juta, dan angka penjualan sebelum pandemi diyakini tidak akan kembali hingga setidaknya tahun 2030.

Meskipun total populasi AS bertambah hampir sepuluh juta jiwa sejak 2020, jumlah pembeli mobil baru justru menyusut lebih dari satu juta orang. Ini bukanlah kebetulan belaka; para pabrikan besar sebenarnya tidak terlalu merindukan era kejayaan ketika mobil dijual dengan harga di bawah $20.000. Mereka kini meraup untung besar dengan menjual kendaraan yang jauh lebih mewah, seperti truk pikap kelas atas.

Journal juga menyoroti perspektif Detroit tentang isu ini. Belakangan, pabrikan-pabrikan AS semakin tertarik untuk menghidupkan kembali kategori “passenger cars”, alias sedan. Jim Farley, CEO Ford mengatakan bahwa bukan berarti pasar tidak ada, mereka memang tidak bisa menemukan cara untuk bersaing dan meraih keuntungan. Ironisnya, semakin banyak orang Amerika yang menahan diri untuk berganti mobil lebih lama. Harga rata-rata mobil baru masih bertengger di kisaran $50.000, dan di tengah laju inflasi yang melaju cepat, wajar jika memiliki mobil sendiri tetap menjadi impiasan yang menjauh.

MEMBACA  Maksimalkan Uang Anda Dengan APY hingga 4.65%. Tingkat CD Hari Ini, 29 Januari 2025

Di sektor lain, Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan sedang berada di titik terendah, yang mengindikasikan bagaimana tekanan ekonomi merentang secara meluas. Konsumsi yang mendorong perekonomian AS kini semakin banyak berasal dari kalangan orang kaya, seperti yang juga diamati sejak taun lalu.

Tinggalkan komentar