“Welp, itu terjadi lebih cepat dari yang saya perkirakan.”
Begitulah tanggapan CEO Cloudflare, Matthew Prince, ketika perusahaannya merilis data yang menunjukkan bahwa sekarang lalu lintas dari bot di internet lebih banyak daripada manusia. “Kira-kira akan terjadi akhir 2027, lalu dipercepat jadi awal 2027, tapi lalu lintas agenik tumbuh begitu cepat sehingga bot kini untuk pertama kalinya dalam sejarah internet melampaui lalu lintas manusia,” ujar Prince.
Cloudflare mungkin adalah salah satu perusahaan paling vital di dunia maya, menyediakan layanan seperti CDN dan mitigasi DDoS untuk situs-situs terbesar. Pada dasarnya, Cloudflare membantu situs-situs populer mengelola seluruh lalu lintas yang mereka terima, jadi perusahaan ini pasti ahlinya di bidang ini.
Data Cloudflare menunjukkan bahwa kapan pun dalam sehari, antara 52 hingga 62 persen lalu lintas internet berasal dari bot. Dalam tujuh hari terakhir, Cloudflare mencatat sekitar 57,4 persen lalu lintas adalah hasil dari bot, termasuk perayap pencarian dari perusahaan seperti Google dan bot AI dari perusahaan AI lainnya. Sementara itu, sekitar 42,5 persen lalu lintas internet berasal dari manusia.
Data ini juga merinci negara mana yang memiliki lalu lintas bot terbanyak, yang memberikan wawasan semakin menarik. Pulau Gibraltar menduduki peringkat pertama dengan angka mengejutkan sebesar 92,1 persen. Singapura menempati posisi kedua dengan 76,3 persen, disusul Iran dengan 76,2 persen. Melengkapi lima besar negara dengan lalu lintas bot tertinggi adalah Irlandia (72,8 persen) dan Belanda (68,8 persen).
Bot seperti perayap situs dan pengindeks pencarian sudah ada sejak awal era internet. Namun, tidak ada lonjakan tiba-tiba pada jenis bot tersebut. Data Cloudflare menunjukkan peningkatan ini justru disebabkan oleh agen AI atau bot agenik yang menjelajahi web untuk mengeruk konten guna pelatihan data, serta bertindak atas nama pengguna manusia yang memanfaatkan asisten AI dan chatbot.
Tapi, seperti yang dicatat oleh media teknologi Tom’s Hardware, data Cloudflare hanya melacak kunjungan situs saja—bukan apa yang dilakukan pengunjung, baik bot maupun manusia, di halaman tersebut. Manusialah yang benar-benar mengonsumsi konten laman web. Mereka menonton video dan membaca artikel—tidak sekadar mengeruk atau mengindeks lalu pindah ke halaman berikutnya seperti bot. Akibatnya, agen AI memuat lebih banyak laman web daripada pengunjung manusia, yang ikut menjelaskan peningkatan lalu lintas bot ini.
Ingin tahu lebih banyak tentang cara memaksimalkan teknologi Anda? Daftar buletin Top Stories dan Deals dari Mashable hari ini.
Topik: Kecerdasan Buatan