Sementara semua orang bersiap untuk akhir pekan, Bitcoin justru terperosok tajam. Mata uang kripto populer ini sempat diperdagangkan di bawah $60.000 pada sebagian hari Jumat. Untuk kali pertama sejak pemilihan ulang Donald Trump pada akhir 2024, Bitcoin turun di bawah level tersebut, menurut laporan Bloomberg. Angka ini juga kurang dari setengah nilai puncak sepanjang masa Bitcoin yang tercapai pada Oktober 2025.
Pada saat tulisan ini dibuat, Bitcoin sedikit pulih dan bertahan sedikit di atas angka $60,000. Walau begitu sinyal ini tetaplah mengkhawatirkan di saat cabang eksekutif pemerintahan AS sedang sanngat mendukung mata uang kripto ini.
Bitcoin mencapai segitiga puncak ($126.000) pada Oktober lalu, tetapi penurununya sangat terjal. Mengenai penyebab investor kehilangan kepercayaan, Bloomberg mengutip kekhawatiran geopolitik seperti perang di Iran. Namun bukannya seluruh cerita. Bitcoin telah berada di jalur ini cukup lama seperti yang kami catat soal kejatuhan nilanya pada Februari lalu.
Satu alasan potensial lain: kemajuan baru dalam komputasi kuantum telah membahayapan teknik penambangan kripto tradisional, menurut Google. Namun jika terus merosot dengan laju seprti ini, mungkin Bitcoin bahkan tidak lagi sebanding dengan waktu yang dibutuhkan seorang peretas komputer kuantum di masa depan.
Topik:
Bitcoin
Cryptocurrency