Meta (diam-diam) udah nyimpen kode pengenal wajah (face recognition) yang lagi nganggur di lebih dari 50 juta ponsel, gitu lapor WIRED minggu ini. Kode ini disembunyiin di app pendamping yang dipake bareng kacamata pintar Ray-Ban sama Oakley mereka. Kalo fitur yang namanya NameTag ini diaktifin, pemakai kacamata bisa nge-identifikasi orang di depan mereka — tinggal bandingin tangkapan muka sama galeri biometrik yang ada di perakatan pengguna. Teknologi inilah yang katanya udah ditinggalin Meta tahun 2021 lalu, setelah mereka bayar miliaran dolar buat nyelesaiin gugatan privasi biometrik di Texas dan Illinois.
Di sisi lain, xAI lagi minta kehakiman federal buat memaksa empat orang yang menggugat perusahaan gara-gara deepfake telanjang bikinan Grok — biarlepas nama samaran mereka dan ngeladeni sidang pake nama asli. Termasuk satu penggugat yang ngaku chatbot itu dipake buat bikin gambar seksual palsu tentang dirinya sewaktu masih bocah. Para penggugat bilang mereka yang penting mega masalah daripada terus-terusan dihujat dan dibongkar alamatnya sama pendukung Musk di internet. Tapi pengacaa xAI ngotot, katanya karena deepfake itu nggak bakal disebar (disimpan di bawah segel), “nggak ada yang stigmaatisasi” soal disebutin namanya.
Google juga ngeluarin fitur Android baru minggu ini buat manangkis gelombang penipuan pake AI yang makin canggih; para penipu ini bisa mapping suara orang pake pas menelepon dengan nomer targetnya. Karena fitur ini udah ada di dalam Dialer langsung (buat Android 12 ke atas), perangkat mereka langsung bisa ngirim jabat-tangan kriptografi tanpa suara ke perangkat lawan bicaranya: dari internet ping langsung periksa, antog jelas. Nah, kalo panggilan ternyata penipuan — is empty contact photo — mau aja screen-mu tamplan tanda bahaya. Sayangnya si TikTok Ping-Canggih-Index 2025 itu sih baru duet getone ya, antara Android Doang by the di ijen Line?