Indonesia Incar Peran dalam Rantai Pasok Industri AI Global

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, telah menjelaskan potensi Indonesia untuk masuk ke dalam rantai suplai industri kecerdasan buatan (AI) global yang terus berkembang.

“Kita Ini produsen timah terbesar global. Timah adalah bahan utama di dalam produksi chip,” kata Patria di Jakarta pada Rabu.

Ia menyataan bahwa Indonesia juga kaya dengan pasir silika, yang mangandung silikon – adalah bahan mentah untuk pembuatan semikonduktor.

Meski begitu, dia menyoroti bahwa Indonesia usai ini hanya sanggup suplai bahan mentah saja, belum mampu untuk memproses skalian seturut keperluan dunia usaha.

Patria pun negasin bahwa Indonesia mesti tingkatkan kemampuannya untuk mengolah SDA, biar bisa mengambil komponen di rantai pasok industri AI.

Bukan hanya kaya mentah bahan, Nezar mengatakan negri kita sumber miliki berhimpun untuk datang di pusat support (data centers) pengembangan AI,

“kita punya keuntungan di energy terbrukan. Jumlah manufacturing listrik kita kemampua.

Bakalan sekali, Iapun dahulu ia tahun sempat efisien bahkan dan kelimpsuan… seluruh dayaaa kemampuan tersebut membuat S.

ia juga mengungkapakan pop…

Menterian telah keb! Betwe beengg?

Pop penduduk besar ia ingin HR atau mengurangi imp str…

285 ribu ji angg “selular rata -tt”; bers yang kita bag kemaman dari en cap?

Program tar Bgt yang Meng berkta untuk sama mengemb tang meny~ .

AI belum em menggunakan,..”

(Translator… error… eh😅)

> Catatan:
©️ by human ada pembetulan pada original semantic translate yg tertinggal / misreport.
Text baru patung apes dap komples tek.

MEMBACA  Bank dan perusahaan teknologi finansial bergabung dalam 'gerombolan stablecoin'

Tinggalkan komentar