Susu mentah telah menjadi minuman populer di kalangan tertentu, terutama di antara penggemar Robert F. Kennedy Jr. Namun, minuman ini dapat membawa paparan kuman penyebab penyakit—bahkan yang mengancam nyawa—sebuah bahaya yang sayangnya tampaknya dialami secara langsung oleh sebuah keluarga di New Mexico.
Pada hari Selasa, Departemen Kesehatan New Mexico (NMDOH) melaporkan bahwa seorang bayi baru lahir baru-baru ini meninggal akibat infeksi Listeria yang kemungkinan didapat dari ibunya yang mengonsumsi susu mentah selama kehamilan. Para pejabat memperingatkan masyarakat untuk menjauhi produk-produk tersebut, khususnya kelompok yang berisiko lebih tinggi.
“Individu yang sedang hamil seharusnya hanya mengonsumsi produk susu yang telah dipasteurisasi untuk membantu mencegah penyakit dan kematian pada bayi baru lahir,” ujar Chad Smelser, Wakil Epidemiolog Negara Bagian untuk NMDOH, dalam sebuah pernyataan dari departemen tersebut.
Risiko Susu Mentah
Para pendukung susu mentah yang tidak dipasteurisasi sering berargumen bahwa susu jenis ini memiliki berbagai keunggulan dibandingkan susu biasa, seperti lebih bernutrisi, meningkatkan imunitas, dan mencegah intoleransi laktosa.
Klaim-klaim ini sama sekali tidak berdasar, dan proses pasteurisasi, yang hanya memanaskan lalu mendinginkan susu, tidak mengubah komposisi susu secara signifikan. Pasteurisasi memang membunuh mikroba penyebab pembusukan atau keracunan makanan, menjadikan susu lebih aman dikonsumsi dan memperpanjang masa simpannya. Sebaliknya, susu mentah atau produk olahan susu lainnya jauh lebih berisiko untuk dikonsumsi.
Susu mentah dapat mengandung berbagai kuman bawaan makanan, termasuk bakteri Listeria. Masuknya flu burung ke dalam populasi sapi perah di AS sejak awal 2024 juga menjadikannya vektor potensial dari infeksi tersebut (beberapa kasus flu burung pada kucing telah dihubungkan dengan susu mentah). Selain itu, penelitian telah menemukan bahwa sebagian besar wabah bawaan makanan yang melibatkan produk susu berasal dari produk susu mentah.
Bahaya Listeria
Banyak orang yang terpapar Listeria tidak akan jatuh sakit, dan kebanyakan yang sakit hanya mengalami diare dan muntah selama beberapa hari. Namun, terkadang bakteri ini dapat menyebar melampaui usus ke bagian tubuh lain, memicu infeksi invasif yang serius.
Pejabat menyatakan bahwa mereka tidak dapat sepenuhnya memastikan dari mana atau bagaimana bayi baru lahir tersebut tertular infeksi fatal itu. Namun, telah menjadi pengetahuan umum bahwa kasus invasif lebih mungkin terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, lansia, dan ibu hamil. Wanita juga dapat tanpa sengaja menularkan Listeria kepada anak mereka dalam kandungan, bahkan jika mereka sendiri hanya mengalami penyakit ringan, yang kemudian dapat mengakibatkan komplikasi serius seperti keguguran, lahir mati, atau infeksi mematikan pada bayi baru lahir.
Meskipun tragis, para pejabat berharap kasus ini dapat menjadi pengingat penting akan nilai dari pasteurisasi.
“Produsen susu di New Mexico bekerja keras untuk menyediakan produk yang aman dan bergizi, dan pasteurisasi adalah bagian vital dari proses itu,” ujar Jeff M. Witte, Sekretaris Pertanian New Mexico, dalam sebuah pernyataan. “Konsumen, khususnya mereka yang berisiko tinggi, disarankan untuk memilih produk susu yang telah dipasteurisasi guna mengurangi risiko penyakit bawaan makanan yang serius.”