Perbedaan kedua ialah tanda sama dengan yang menggantikan tanda kurang dari atau sama dengan. Ini berarti gaya gesek bersifat konstan selama benda tersebut meluncur—ia tidak lagi setara dengan gaya yang diaplikasikan. Artinya, gaya total tidak bernilai nol. Dorong kursi lebih kuat dengan berlari dan kursi akan mengalami percepatan.
Mari kita kembali ke tarik tambang itu. Masinis di sebelah kanan kini memiliki ide: Alih-alih menginjak penuh mesinnya, ia mengurangi kecepatan untuk mempertahankan interaksi gesekan statis dengan rel. Pelan dan mantap. Pria di sebelah kirii memacu kendaraannya—dan apa yang terjadi? Rodanya berputar kencang dan ia mendapat gaya gesek kinetik. Nah, gesekan statis mengalahkan gesekan kinetik, jadi kereta di kanan yang menang!
Hal ini akan tetap bekerja bahkan jika kereta di sebelah kiri agak lebih berat. Jadi, memang memungkinkan bagi sebuah lokomotif untuk menarik gerbong yang massanya lebih besar. Tapi tunggu! Ada faktor yang bahkan lebih penting: Gerbong kereta yang bergerak sedang menggelinding, bukan meluncur. Roda hanya menyentuh rel pada satu titik kemudian bergerak ke titik lain pada roda. Inilah keajaiban roda: Bagi gerbong yang ditarik, tidak ada lagi gesekan dengan rel.
Tapi pasti ada gesekan kinetik di suatu tempat, dan memang benar—ia berada di antara as roda dan gerbong itu sendiri. Untuk berputar, as harus meluncur di sepanjang permukaan dalam rumah as yang menahannya. Namun dengan bantalan rol dan pelumas, μk dapat dikurangi secara drastis, dari 0.56 untuk baja pada baja kering menjadi sekitar 0.002.
Nah ini dia! Beginilah cara sebuah lokomotif dapat menarik rangkaian panjang gerbong dengan massa yang jauh lebih besar. Mesin menarik ke depan menggunakan gesekan statis baja pada baja, yang cukup tinggi (0.74), memberikan traksi yang baik. Sementara gerbong memiliki gaya gesek kinetik resistif dengan koefisien yang berkurang beberapa orde magnitudo.
Trik-Trik Tambahan
Meski begitu, bobot besar 10.000 ton metrik menghasilkan gaya normal yang sangat tinggi—sekitar 100 juta newton. Dan ingat, gesekan statis lebih tinggi daripada gesekan kinetik. Jadi, meskipun Anda bisa menjaga kereta tetap bergerak, Anda mungkin tidak bisa membuatnya mulai bergerak.
Itulah sebabnya kereta memiliki trik yang disebut *slack action*. Jika Anda pernah berada dekat kereta saat mulai bergerak, Anda mungkin mendengar bunyi ketukan beruntun yang merambat sepanjang rangkaian gerbong. Alasannya adalah sambungan antar gerbong memang longgar. Jadi saat lokomotif menarik gerbong pertama, gerbong kedua tetap diam hingga kelonggaran itu hilang. Dengan trik ini, lokomotif dapat menggerakkan satu gerbong pada satu waktu dan menambahkannya ke kelompok gerbong yang sudah bergerak. Cukup cerdik!
Satu hal keren terakhir. Ada lagi jenis gesekan lain yang disebut gesekan guling. Anda melihat ini pada truk dengan ban karet: Di bawah berat kendaraan, ban menjadi rata di bagian bawahnya. Jadi saat truk bergerak, ban terus-menerus berdeformasi dan kembali ke bentuk semula. Fleksibilitas ini memanaskan ban, dan di mana ada panas di situ ada kehilangan energi. Karena energi kekal, ini berarti roda melambat, dan truk harus membakar lebih banyak bahan bakar untuk mempertahankan kecepatannya. Kereta, sebaliknya, memiliki gesekan guling yang sangat kecil, karena roda bajanya hampir tidak berubah bentuk. Ini membuat kereta menjadi moda transportasi yang lebih efisien energi.
Jadi, Anda lihat—memang mungkin bagi sebuah lokomotif untuk menarik banyak gerbong yang massanya lebih besar. Anda hanya perlu menggunakan sedikit ilmu fisika.