Arkeolog Gagal Cari Bukti Senjata yang Selama Ini Dikaitkan dengan Pemburu Awal Amerika

Para arkeolog sering kali mencoba membangun cerita untuk menjelaskan temuan mereka. Kadang, kesimpulan itu ternyata terlalu cepat. Itu yang tampaknya terjadi pada pemahaman tentang penggunaan alat lempar bernama atlatl oleh pemburu dari budaya Clovis.

Sebuah studi baru yang terbit di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menganalisis 66 tanggal karbon dari berbagai atlatl yang sudah ditemukan. Hasilnya menunjukkan kemungkinan budaya Clovis tidak menggunakan atlatl seperti yang selama ini diyakini. Selama ini para ahli menganggap Clovis, yang hidup di Amerika sekitar 13.340 sampai 12.710 tahun lalu, sering memakai atlatl untuk berburu hewan besar. Namun, studi ini meluruskan bahwa belum ada satu pun atlatl dari zaman Clovis yang pernah ditemukan.

"Sampai sekarang, tidak ada bukti langsung," kata Metin I. Eren, arkeolog dari Kent State University dan penulis utama studi ini. Ia menambahkan:"Data kami menunjukkan ada jarak waktu sekitar 3.000 tahun antara perkiraan pemakaian pertama atlatl di zaman kuno dan masa Clovis."

Orang Amerika yang pertama

Budaya Clovis mendapat nama dari mata tombak khas yang ditemukan di kota Clovis, New Mexico. Sementara itu, atlatl pertama kali dikenal dari temuan di Eropa, berusia sekitar 20.000–30.000 tahun, Eren menjelaskan bahwa dulu banyak orang menganggap teknologi atlatl dibawa dari Asia oleh penduduk pertama Amerika. Untuk waktu yang cukup lama arkeolog berpikir penduduk awal Amerika membawa atlatl dari Asia, namun "kami juga tidak menemukan spesimen atlatl yang diawetkat di Asia, Australia, atau Afrika," katanya.

Menapaki jalan bukti

Untuk menguji dugaan itu, tim peneliti memakai model statistik dari biologi evolusi untuk memperkira kapan suatu spesies muncul dan musnah. Mereka memakai 64 data tanggal langsung dari atlatl atau tombak sejenis di Amerika. Hasilnya; tanggal paling tua kemunculan atlatl di Amerika sekitar 9.996 tahun lalu. Artinya sekitar 3000 tahun sesudah masa Clovis. Ini memberi petunjuk yang berbeda tentang bagaimana ahli melihat kecakapan berburu masyarakat purba.

MEMBACA  Detektif Sejati: Negara Malam: Apa hubungannya dengan beruang kutub?

"Atau dengan sepesialis lainnya."

Dari sudut pandang lain

Justin Pargeter, arkeolog dari New York University, yang tidak ikut meneliti, mengatakan studi ini menjadi pengingat bagaimana sedikitnya bukti yang mendukung anggapan Clovis menggunakan tak lif (atlatl) secara keliru. Istulah darinya. Ia juga menambah, kehudiapan jenihe di daerah es jarwe."

Studi sidana adanya mem pengada. Kami bernibiang rendah kami kenaka.

(Tonglah perika let usny.

Tern

Tinggalkan komentar