Oleh Kerry Wan/ZDNET
Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber pilihan di Google.
—
Kesimpulan utama ZDNET
- iOS 26.1 memungkinkan Anda mengontrol desain Liquid Glass.
- iOS 26.2 menawarkan keamanan lebih baik untuk AirDrop.
- Yang terpenting, iOS 26 menambal beberapa celah keamanan yang berbahaya.
—
Saya dan istri sama-sama memiliki iPhone. Namun, ada perbedaan dalam cara kami memaknai kepemilikan tersebut. Saya cenderung langsung memasang setiap pembaruan OS baru, baik untuk alasan pribadi maupun profesional. Istri saya, sebaliknya, sering enggan melakukan tugas yang dianggapnya merepotkan itu. Ia mengeluh bahwa pembaruan justru akan mengacaukan ponselnya, mengubah hal-hal yang sudah familier, dan memaksanya mempelajari fitur baru.
Tampaknya banyak pengguna iPhone lain memiliki perasaan serupa dengan istri saya, meski laporan mengenai berapa banyak orang yang telah beralih ke versi baru sejak diluncurkan Oktober lalu bervariasi. Layanan analitik StatCounter menyebut tingkat adopsi iOS 26 hanya 16%, sementara TelemetryDeck memperkirakannya sekitar 60%. Bahkan jika angka yang lebih tinggi kita anggap lebih akurat, adopsi iOS 26 tetap lebih lambat dibandingkan kebanyakan versi iOS sebelumnya pada titik waktu yang sama.
Baca juga: Liquid Glass terlalu transparan? iOS 26.1 punya pengaturan baru untuk mengatasinya – begini caranya
Mengapa? Mungkin alasannya sama dengan yang dikemukakan istri saya. Memperbarui OS bisa merepotkan. Masalah teknis bisa muncul. Fitur yang sudah dikenal berubah. Dan kita harus belajar hal baru. Khusus untuk iOS 26, banyak pengguna juga mengeluhkan kendala lain.
Seperti pembaruan besar lainnya, masa pakai baterai terasa memburuk. Estetika Liquid Glass yang baru juga tidak disukai banyak orang. Ditambah lagi, tidak ada fitur baru yang benar-benar wajib dimiliki dalam OS terbaru ini. Karena alasan-alasan itulah, sejumlah pemilik iPhone memilih bertahan dengan iOS 18.
Namun, saya rasa itu adalah keputusan yang keliru. Dan inilah alasan-alasan saya.
1. Masa Pakai Baterai dan Performa Akan Membaik
Setelah memasang pembaruan OS besar, ponsel Anda perlu melakukan banyak tugas pemeliharaan internal. Artinya, perangkat harus mengindeks ulang semua file, memperbarui aplikasi, dan menyesuaikan pengaturan tertentu. Semua proses itu dapat membebani baterai dan performa secara keseluruhan. Namun, setelah semua tugas selesai, biasanya daya baterai akan kembali normal.
2. Kendalikan Estetika Liquid Glass
Desain Liquid Glass yang baru memang memicu perbedaan pendapat; ada yang menyukainya, ada yang membencinya. Jika Anda tidak menyukainya, Anda dapat mengurangi efeknya pada perangkat atau memberikan tampilan yang lebih bernuansa berkat pengaturan di iOS 26.1. Saya memilih tampilan bernuansa dan sejak itu merasa puas dengan desainnya.
Baca juga: iOS 26.0.1 dari Apple memperbaiki serangkaian masalah – perbarui iPhone Anda sekarang
3. Keamanan AirDrop yang Lebih Baik
Dengan AirDrop, Anda dapat berbagi file dan item lainnya dengan pengguna Apple di sekitarnya. Sebelumnya, Anda hanya bisa berbagi dengan kontak atau dengan semua orang selama maksimal 10 menit. Berkat iOS 26.2, kini Anda dapat menggunakan kode satu kali untuk mengizinkan transfer dengan orang yang tidak ada di daftar Kontak dan untuk durasi lebih dari 10 menit. Artinya, AirDrop bisa digunakan lebih fleksibel tanpa mengorbankan keamanan.
4. Tambalan Keamanan
Berbicara tentang keamanan, inilah alasan terakhir dan terpenting mengapa saya menyarankan beralih ke iOS 26.2 (versi terbaru saat ini). Sejak peluncuran OS baru ini, Apple telah merilis sejumlah tambalan untuk menutupi kerentanan keamanan yang diketahui dan bersifat serius.
iOS 26.0.1 memperbaiki celah dalam kerangka kerja FontParser Apple, yang memungkinkan penyerang membuat fon berbahaya untuk merusak memori atau melumpuhkan aplikasi. iOS 26.1 menyelesaikan lebih dari 51 celah keamanan, yang masing-masing berpotensi dieksploitasi oleh peretas.
Dengan iOS 26.2, Apple menambal 25 bug berbeda yang memengaruhi App Store, FaceTime, Pesan, Foto, dan aplikasi lain. Namun yang paling krusial adalah dua kerentanan zero-day. Dilaporkan telah dieksploitasi di alam liar, kedua zero-day tersebut mungkin digunakan dalam serangan sangat canggih terhadap individu target yang masih menjalankan versi iOS sebelum iOS 26.
Pernyataan terakhir itu patut menjadi bahan pertimbangan, karena versi iOS sebelum iOS 26 mungkin masih rentan terhadap celah keamanan tertentu. Jadi, Anda boleh saja menggerutu tentang Liquid Glass. Anda bisa mengeluh tentang kurangnya fitur baru yang menarik. Anda mungkin tidak suka perubahan secara umum. Tetapi jika Anda menghargai keamanan Anda, memasang versi terbaru ini adalah langkah bijaksana.