Kementerian Pertahanan Rusia merilis video drone yang ditembak jatuh yang diklaim berasal dari Ukraina dan ditargetkan ke kediaman Putin, klaim yang ditolak mentah-mentah oleh Kyiv.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membantah klaim bahwa kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin diserang oleh Ukraina seiring berlanjutnya perang, dengan menyatakan ia "tidak percaya serangan itu benar-benar terjadi". Pernyataan ini berbalik dari penerimaannya sebelumnya terhadap versi Kremlin tanpa skeptisisme.
Pada Minggu malam, di dalam Air Force One, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa "tidak ada yang tahu pada saat itu" apakah laporan tentang insiden tersebut akurat. Ia menambahkan bahwa "sesuatu" memang terjadi di dekat kediaman Putin, namun setelah pejabat AS meninjau bukti-bukti, mereka tidak percaya Ukraina yang menargetkannya.
Ukraina langsung menyangkal keterlibatannya dan menuduh Rusia melakukan operasi false-flag untuk menggagalkan perundingan damai. Moskow dengan cepat membalas bahwa insiden ini justru akan mengeraskan posisi mereka dalam negosiasi.
Laporan tentang serangan ini muncul pekan lalu setelah Kementerian Pertahanan Rusia mempublikasikan video drone jatuh yang disebut diluncurkan Kyiv ke kediaman Putin di wilayah Novgorod. Menurut kementerian tersebut, kediaman itu tidak rusak dan Putin sedang berada di lokasi lain.
Selain Ukraina, sekutu-sekutu Baratnya juga sangat meragukan kebenaran serangan ini sama sekali. Klaim serangan ini muncul di saat Rusia dan Ukraina sedang berupaya menyepakati gencatan senjata untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Para pemimpin Eropa dijadwalkan bertemu di Prancis pada Selasa untuk membahas lebih lanjut rencana gencatan senjata yang didukung AS, yang menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy "90 persen siap". Persoalan teritorial mengenai wilayah yang direbut dalam perang tetap menjadi inti permasalahan.
Korban Jiwa Sipil Pertama di Kyiv pada 2026
Otoritas Ukraina melaporkan pada Senin pagi bahwa serangan Rusia semalam di wilayah Kyiv menewaskan dua orang, menjadi korban jiwa pertama di ibu kota pada tahun 2026.
Menurut Layanan Darurat Negara Ukraina, serangan Rusia tersebut membakar sebuah fasilitas medis di distrik Obolonskyi, sektor utara Kyiv, di mana sebuah bangsal rawat inap sedang beroperasi. Setelah api padam, ditemukan satu jasad di dalam gedung. Seorang wanita terluka dan 25 orang dievakuasi.
Kota dan desa di seluruh wilayah Kyiv juga mengalami kerusakan serta infrastruktur kritis terkena, yang mengakibatkan tewasnya seorang pria berusia 70-an di distrik Fastiv, barat daya ibu kota, ujar Gubernur Mykola Kalashnyk di Telegram. Ia menambahkan, sebagian kecil wilayah mengalami pemadaman listrik. Rusia belum memberikan komentar terkait serangan semalam ini.