Ahli ilmu politik Mohsen Milani dan mantan pejabat Gedung Putih Elisa Ewers membahas berbagai opsi dalam perundingan Iran-AS.
Iran tidak akan dibiarkan hidup dalam kedamaian dan kemakmuran “kecuali dan hingga ia menormalkan hubungannya dengan AS serta menerima Israel sebagai pemain yang sah di Timur Tengah,” demikian argumen Mohsen Milani, ahli ilmu politik dari University of South Florida.
Milani dan mantan pejabat Gedung Putih Elisa Ewers menyampaikan kepada pembawa acara Steve Clemons bahwa hambatan besar lain dalam pembicaraan Iran-AS adalah pengayaan uranium. Jika hal itu tidak terselesaikan, atau hanya tercapai kesepakatan sementara yang samar-samar sebagai pengganti perjanjian yang lebih komprehensif, “dalam dua atau tiga tahun ke depan, kita mungkin akan menyaksikan pecahnya peperangan lain,” ujar Milani.
Ditayangkan pada 19 Apr 2026
Klik di sini untuk membagikan di media sosial
Tambahkan Al Jazeera di Google