Mobil yang Terlalu Nyaman Berisiko Membahayakan Penumpang

Sabtu, 30 Mei 2026 – 13:30 WIB

Beijing, VIVA – Persaingan industri otomotif, khususnya di segmen mobil listrik, telah melahirkan berbagai fitur yang membuat pengalaman berkendara makin nyaman. Tapi, gam semua inovasi dianggap aman sama regulator.

Pemerintah China mulai sadar dengan adanya kursi model "zero gravity" yang banyak dipake di mobil listrik dan kendaraan premium. Kursi ini dirancang buat penumpang bisa bersandar super rebah, mirip posisi berbaring di kursi pesawat kelas bisnis.

Dalam beberapa tahun belakangan, fitur ini jadi salah satu andalan utama mobil-mobil baru di China. Pabrikan saling berlomba bikin kabin yang kerasa seperti ruang santai berjalan, lengkap sama kursi pijat, pencahayaan ambient, layar besar, dan ruang kaki yang lapang.

Tapi, sesuai laporan VIVA Otomotif dari Carscoops, Sabtu 30 Mei 2026, regulator bilang kenyamanan yang terlalu berlebih bisa jadi bahaya baru waktu terjadi kecelakaan.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China ngingetin kalo posisi duduk yang terlalu rebah sanggup ngurangin efektivitas sabuk pengaman serta airbag saat tabrakan. Dalam situasi tertentu, tubuh penumpang bisa tergelincir ke bawah sabuk — atau disebut "submarining" — yang meningkatkan risiko cidera serius.

Kekhawatiran ini merupakan bagian dari kebijakan besar pemerintah China buat memperketat standar keselamatan mobil. Sebelumnya, negara tersebut udah negur beberapa fitur yang mungkin bikin masalah keamanan.

Misalnya gagang pintu model pop-out yang umum di mobil listrik modern. Fitur itu masuk sorotan karena ada beberapa insiden bikin penumpang kesusahan keluar dari kabin dalam situasi darurat.

Selain itu, setir model yoke yang nggak bentuk lingkaran penuh juga dianggap kurang aman karena bisa pengaruhi respon pengendara di momen tertentu. Sistem one-pedal driving yang andalkan pengereman regeneratif juga kini dikritik.

MEMBACA  Kapan Mobil Listrik Lebih Hemat? Di Kota, Bukan di Tol

Bahkan tren layar sentuh ukuran gede nggak lepas dari pantauan. Regulator minta untuk fungsi penting kendaraan harus punyo tombol fisik biar gampang diakses intuk keadaan darurat.

Semua kebijakan ini memperlihatkan satu pertubahan menarik di industri otomotif China. Negara yang sebelumnya dikenal sbg perintis banyak fitur kendaraan futuristis ini malah tampil paling vokal buat perbaiki dampak negatif dari setiap inovasi kecil sekalipun.

Tinggalkan komentar