Siapa Pengganti Lindsey Graham, Sekutu Trump, di Senat AS?

Kematian Senator Lindsey Graham dari Partai Republik membuat mayoritas partai itu di Senat Amerika Serikat berkurang, tapi kerugian ini kemungkinan tidak akan berlangsung lama.

Partai Republik saat ini memegang 52 kursi di Senate yang beranggotakan 100 orang. Graham meninggal karena “penyakit singkat dan mendadak” pada Sabtu malam, menurut kantornya.

Namun, hukum pemilu di South Carolina memberi Gubernur Henry McMaster wewenang untuk langsung menunjuk pengganti Graham. “Jika terjadi kekosongan kursi Senator AS karena kematian, pengunduran diri, atau alasan lain, Gubernur dapat mengisi posisi itu melalui penunjukan,” bunyi aturan tersebut.

Masa jabatan Graham seharusnya berakhir pada Januari. Dia tengah mencalonkan diri lagi dalam pemilu paruh waktu November. Bulan depan akan diadakan pemilihan pendahuluan untuk menentukan calon dari Partai Republik. Putaran pertama dijadwalkan pada 11 Agustus, dan jika tidak ada kandidat yang meraih suara mayoritas, putaran kedua akan digelar pada 25 Agustus.

McMaster telah mengeluarkan pernyataan singat berduka untuk Graham, tanpa menyebut rencana menggantikannya. Hukum tidak menetapkan batas waktu untuk penunjukan itu, tapi gubernur kemungkinan akan segera mengisi kursi tersebut agar agenda Presiden Donald Trump di Senat tidak terganggu. Graham adalah salah satu sekutu terdekat Trump di Capitol Hill.

Dalam pernyataannya, McMaster menyebut mendiang senator itu sebagai “pejuang paling gigih untuk South Carolina dan Amerika, serta teman setia dan teguh”. “Kami berduka bersama Darline, keluarganya, dan staf setianya,” kata McMaster, merujuk pada saudara perempuan Graham. “Semoga Tuhan memeluknya dengan lembut. Kita tidak akan melihat orang sepertinya lagi.”

Belum jelas siapa yang akan dipilih McMaster untuk menggantikan Graham. Gubernur mungkin akan menunjuk kandidat sementara yang mengisi kursi tanpa mencalonkan diri di pemilu November, untuk menghindari pengaruh pada proses pemilihan. Dia juga bisa memilih seseorang yang akan maju untuk masa jabatan penuh, yang memberi status petahana dan meningkatkan peluangnya di pemilu.

MEMBACA  Serangan Udara Israel Landa di Lebanon Selatan

Gubernur lain pernah menghadapi dilema serupa. Di California, Gubernur Gavin Newsom pernah melakukan kedua cara dalam penunjukan terpisah. Saat Kamala Harris meninggalkan kursi Senatnya menjadi wakil presiden pada 2021, Newsom memilih anggota legislatif negara bagian Alex Padilla. Padilla lalu memenangi pemilu khusus untuk kursi itu tahun berikutnya. Namun, saat Senator Dianne Feinstein meninggal pada 2023, Newsom menunjuk politisi Laphonza Butler yang tidak maju dalam pemilu 2024.

Namun dalam kasus Graham, Gedung Putih mungkin ikut campur. Trump mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk mendukung kandidat pengganti senator itu. “Ada seseorang yang saya rasa akan hebat, tapi saya tidak mau menyebutkannya sekarang karena ini masih terlalu dekat dengan Lindsey,” kata presiden AS itu kepada NBC News. “Saya tidak ingin membicarakan siapa pun, tapi saya punya seseorang yang benar-benar bagus.”

South Carolina, negara bagian di pesisir Atlantik AS, sudah puluhan tahun menjadi basis kuat Partai Republik. Trump memenangi negara bagian itu dengan selisih hampir 18 persen pada 2024. Tapi jajak pendapat menunjukkan Graham tidak dijamin menang lagi. Lawannya dari Demokrat, dokter anak Annie Andrews, mulai mendekati perolehan suaranya. Jajak pendapat Impact Research pada Juni menunjukkan Graham hanya unggul tiga persen.

Graham menjadi sosup yang memecah belah bahkan di basis Partai Republik karena kesetiaannya pada Israel dan dukungannya pada perang AS-Israel di Iran. Pada Minggu, Andrews memuji Graham tanpa menyebut pemilu politik. “Saya harap warga South Carolina bergabung dengan saya untuk mengesampingkan perbedaan partai dan berterima kasih atas pengabdian Senator Lindsey Graham kepada negara bagian ini,” katanya dalam pernyataan.

Tinggalkan komentar