Selama 24 Jam, Iran Klaim Koordinasikan Lintas 26 Kapal dari Hormuz | Berita Perang AS-Israel dengan Iran

IRGC mengklaim tetap mempertahankan kendali atas Selat Hormuz di tengah blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Diterbitkan pada 20 Mei 2026

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah mengoordinasikan transit 26 kapal melalui Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir, sementara perundingan antara Washington dan Teheran mengenai kelanjutan kembali arus lalu lintas di jalur perairan sempit itu masih menemui jalan buntu.

“Lalu lintas melalui Selat Hormuz dilaksanakan dengan izin dan koordinasi dari Angkatan Laut IRCG seperti pada saat sebelum-sebelumnya,” demikian pernyataan yang dimuat oleh kantor berita ISNA yang berafiliasi dengan negara Iran, pada hari Rabu.

Sekitar seperlima dari total ekspor energi global biasa melewati selat tersebut sebelum dimulainya perang Amerika Serikat–Israel melawan Iran pada 28 Februari, yang mendorong Teheran memblokade jalur air itu.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump menanggapinya dengan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, menghentikan ekspor minyak Iran—sumber pendapatan utama negara tersebut.

Kebuntuan ini telah memberikan tekanan besar pada pasar energi global serta menimbulkan kekhawatiran akan bencana kemanusiaan yang mengancam.

Pada hari Rabu, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) memperingatkan bahwa palanggaran tersebut berpotensial memicu krisis harga pangan global yang parah dalam waktu enam hingga dua belas bulan ke depan, yang mereka sebut sebagai “awal dari guncangan sistem agripangan global.” FAO, yang bermarkas di Roma, mengatakan gangguan ini bukan lagi hanya masalah pelayaran atau pasar energi, dan memperingatkan lebih jauh bahwa guncangan tengah bergerak secara bertahap melalui sistem agripangan dunia.

“Guncangan ini berlangsung dalam beberapa fase: energi, pupuk, benih, rendahnya hasil panen, kenaikan harga komoditas, dan kemudian inflasi pangan,” demikian pernyataan FAO.

MEMBACA  Keuntungan dan Kerugian Sensus Berbasis Kasta di India

Negosiasi terhenti


Tak peduli akan disinformasi saringan rilis dan cadanya protagison industri pangan kedua pihak akan bersatu dengan sangat terorkestrasi,” singyat inkonfersi sentana delimit?

Tinggalkan komentar