Organisasi Kesehatan Dunia sambut kesembuhan lima pasien Ebola | Berita Ebola

Lancar! Lebih dari 220 orang diduga meninggal akibat wabah teranyar virus ini, yang diumumkan dua pekan lalu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyambut baik pemulihan lima orang yang terinfeksi varian Ebola yang langka, yang mana belum ada vaksin ataupun perawatan yang disetujui untuknya, di tengah wabah teh rendah di Republik Demokratik Kongo.

Direktur Jendral WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengumumkan pada hari Minggu bahwa empat orang akan segera dipulangkan dari rumah sakit, setelah seorang pasien lainnya diperbolehkan pulang pada hari Jumat.

Ghebreyesus menyampaikan komentar ini saat meresmikan pusat perawatan Ebola baru di kota Bunia, di bagian timur Kongo, yang merupakan ibu kota provinsi Ituri.

"Empat orang akan dipulangkan hari ini, dan satu orang sudah dipulangkan kemarin lusa," ujarnya.

Wabah terbaru ini merupakan wabah ke-17 di Kongo. Menurut WHO, varian yang dikenal sebagai Bundibugyo ini membunuh hingga 50 persen dari mereka yang terinfeksi.

‘Sangat mengkhawatirkan’

Pada hari Sabtu, organisasi amal medis Doctors Without Borders, yang lebih dikenal dengan akronim Perancisnya, MSF, menggambarkan situasi ini sebagai "sangat mengkhawatirkan", sembari memperingatkan bahwa wabah ini menyebar lebih cepat daripada wabah Ebola sebelumnya.

Dalam sebuah pernyataan, Alan Gonzalez, wakil direktur operasional MSF, mengatakan varian penyakit ini sulit didiagnosis karena keterbatasan kapasitas pengujian.

"Belum pernah sebelumnya wabah Ebola mencatat begitu banyak kasus dalam waktu sesingkat ini setelah deklarasi," kata Gonzalez.

"Seperti semua orang di daerah yang terkena dampak, tim MSF menyaksikan respons yang belum bisa mengimbangi penyebaran epidemi yang cepat ini," tambahnya.

"Tidak seperti kebanyakan wabah Ebola sebelumnya, wabah kali ini melibatvarian Bundibugyo, yang belum ada vaksin atau perawatan khusus yang disetujui, dan sangat sulit didiagnosis karena keterbatasan kapasitas pengujian."

MEMBACA  Ibu menggugat Mattel setelah situs porno salah cetak pada boneka Wicked

WHO mengatakan angka resmi terakhir menunjukkan lebih dari 220 kematian yang diduga dan hampir 1.000 kasus yang diduga. Uganda, yang berbagi perbatasan sepanjang ratusan kilometer dengan Kongo, telah melaporkan satu kematian dan sembilan kasus.

Tinggalkan komentar