Foto: Kuba Gelar May Day di Tengah Ancaman AS | Berita Protes

Para merayakan Hari Buruh Internasional, atau May Day, para pekerja sektor kelistrikan dan perminyakan Kuba menggelar aksi mars di Havana. Pemerintah berikrar untuk tetap teguh (stand firm) menghadapi tekanan Amerika Serikat yang kian meningkat, yang semakin memberatkan perekonomian negara itu.

Mantan pemimpin berusia 94 tahun, Raul Castro, dan Presiden Miguel Diaz-Canel turut ambil bagian dalam perayaan di ibukota pada Jumat lalu, bertepatan dengan pengumuman sanksi baru dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

sebuah negara kepulauan Karibia ini berfungsi sebagai “tempat perlindungan yang aman bagi kelompok-kelompok teroris transnasional”. Gedung Putih lantas menyebut kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, sebagai contohnya.

Blokade energi AS telah memporak-porandakan ekonomi Kuba yang sudah sekarat dan memicu [pemadaman listrik massal] (pemadaman listrik nasional kedua dalam sepekan).

“Kami tengah melalui masa-masa sulit,” kata Yunier Merino Reyes, seorang akuntan dari Electric Union yang bergabung dalam aksi Jumat lalu untuk memberi semangat pada rekannya. “Kami bekerja keras, siang dan malam, dengan upaya yang tak kenal lelah untuk menyediakan listrik bagi masyarakat yang membutuhkannya,” ungkapnya kepada Associated Press.

Pemerintahan Trump kerap mengancam Kuba dengan serangan militer, di samping tekanan ekonomi yang lebih besar.

“Kuba hari ini kembali menunjukkan bahwa rakyatnya tidak pernah menyerah, dan kami akan mempertahankan tanah air kami dengan gigi dan kuku—meskipun kami mendambakan perdamaian,” ujar Milagros Morales (34), warga Havana yang turut serta dalam aksi mars, kepada Reuters.

MEMBACA  Israel Bergabung dengan ADB Meskipun Keberatan Staf tentang Perang Gaza

Tinggalkan komentar