Regulator federal baru saja menyetujui peningkatan besar pada layanan internet satelit, dengan menghapus aturan lama yang membatasi bagaimana satelit orbit rendah bumi bisa mentransmisikan sinyal guna menghindari gangguan terhadap satelit lain.
Komisi Komunikasi Federal (FCC) memberikan suara pada Kamis untuk memodernisasi aturan berbagi spektrum satelit, yang berpotensi meningkatkan kapasitas layanan broadband berbasis ruang angkasa hingga tujuh kali lipat. "Ini merupakan langkah besar menuju peningkatan pengalaman broadband satelit bagi jutaan orang Amerika dengan memungkinkan kecepatan lebih tinggi, biaya lebih murah, dan keandalan yang lebih baik," tulis FCC dalam sebuah pernyataan.
Revolusi Orbit
Pengumuman terbaru ini hadir sebagai pembaruan pada kerangka Equivalent Power Flux Density (EPFD) yang dikembangkan pada akhir 1990-an. Kerangka tersebut awalnya dirancang untuk mencegah interferensi sinyal radio yang disebabkan oleh satelit LEO, atau orbit non-geostasioner (NGSO), terhadap satelit geostasioner (GSO) yang berada di orbit lebih tinggi. Akibatnya, ini membatasi jumlah energi yang ditransmisikan oleh satelit LEO ke perangkat di darat, sehingga memperlambat kecepatan broadband bagi konsumen.
SpaceX saat ini mengoperasikan konstelasi satelit internet terbesar di orbit rendah bumi. Wajar saja, perusahaan itu menentang keras kerangka lama tersebut. Dalam pengajuan kepada FCC pada Maret, SpaceX berargumen bahwa kerangka saat ini "mengikat operasi satelit generasi berikutnya" sambil melindungi "sistem GSO yang usang" dengan mengorbankan konsumen.
Di sisi lain, Viasat yang mengelola armada satelit di orbit geostasioner memperingatkan bahwa pelonggaran pembatasan pada satelit orbit rendah akan menghasilkan banyak interferensi dan memperkuat monopoli SpaceX di pasar.
Pada akhirnya.FCC memilih untuk memperbarui peraturannya, dengan alasan bahwa satelit modern dirancang sedemikian rupa sehingga lebih mudah berbagi spektrum. "Batasan semacam itu didasarkan pada desain teoretis untuk sistem NGSO pada era itu, jauh sebelum kemajuan modern dikembangkan untuk konstelasi NGSO yang kini mengorbit," tulis FCC.
Internet Lebih Cepat
FCC mendasarkan keputusannya pada uji coba yang dilakukan SpaceX, yang menunjukkan bahwa sistem orbit rendah dapat meningkatkan jumlah satelit yang melayani wilayah tertentu hingga 700% tanpa menyebabkan banyak interferensi, seperti dilansir PC Mag.
Peningkatan jumlah satelit akan menambah kapasitas dan memberikan kecepatan broadband lebih tinggi bagi konsumen, menurut FCC. Ini juga bisa memungkinkan operator konstelasi yang lebih kecil untuk memberikan layanan dengan kualitas yang sama, sehingga berpotensi menurunkan harga layanan internet satelit.
"Salah satu cara untuk memahaminya adalah, di mana sebelumnya Anda mungkin memiliki satu koneksi ke satu satelit, kini Anda bisa terhubung ke tujuh satelit atau lebih dalam satu waktu," kata Brendan Carr, ketua FCC, dalam pertemuan agensi itu pada Kamis, seperti dikutip dari Broadband Breakfast.
Aturan baru tidak hanya menguntungkan SpaceX; sejumlah perusahaan lain juga mulai ikut serta dalam peluncuran satelit untuk menyebarkan internet ke darat. Amazon sedang dalam proses meluncurkan 3.000 satelit sebagai bagian dari konstelasi Project Kuiper, sementara AST SpaceMobile yang berbasis di Texas sedang membangun jaringan broadband seluler berbasis ruang angkasa pertama di orbit rendah bumi.
"Teknologi satelit modern seperti Amazon Kuiper dapat memberikan kecepatan gigabit ke daerah pedesaan dan terpencil, tetapi aturan lama membatasi potensi itu," tulis Brian Huseman, wakil presiden Amazon untuk kebijakan publik, mendukung keputusan FCC. "Langkah maju ini akan membantu menyediakan akses internet bagi komunitas yang kurang terlayani."