DPR AS Sahkan Dana Rp1.115 Triliun untuk ICE dan Patroli Perbatasan | Berita Politik

Senat memvot 50-48 pada Kamis dinihari untuk memuluskan rencana pembukaan kembali Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Diterbitkan pada 23 Apr 2026

Senat Amerika Serikat telah menempuh langkah awal untuk membuka kembali Departemen Keamanan Dalam Negeri, setelah menyetujui kerangka anggaran yang akan mendanai lembaga penegakan hukum imigrasi, meskipun mendapat tentangan dari Partai Demokrat.

Lembaga tersebut telah ditutup sebagian sejak pertengahan Februari, setelah Partai Demokrat menuntut adanya perubahan kebijakan menyusul penembakan fatal terhadap dua pengunjuk rasa, Renee Good dan Alex Pretti, oleh agen federal di Minneapolis pada Januari lalu.

Cerita Rekomendasi

daftar 4 itemakhir daftar

Senat memberikan suara 50-48 pada Kamis dinihari untuk memajukan rencana ini, yang akan menyediakan dana bagi Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan Border Patrol. Langkah ini kini berlanjut ke Dewan Perwakilan Rakyat.

ICE, lembaga federal yang bertanggung jawab atas penangkapan, penahanan, serta deportasi imigran di AS, telah lama menjadi kontroversi, khususnya ketika kebijakan anti-imigrasi “America First” Presiden Donald Trump diberlakukan.

Kelompok hak asasi manusia menuduh para petugas melakukan penangkapan jalanan yang agresif, memisahkan keluarga, dan menyasar migran tak berdokumen, sementara Partai Demokrat berulang kali mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap lembaga ini.

Pemimpin Mayoritas Senat, John Thune, menyatakan Partai Republik bertekad untuk mengamankan pendanaan bagi penegakan hukum di perbatasan. “Kami masih memiliki proses panjang di depan, tetapi pada akhirnya Partai Republik akan membantu memastikan perbatasan Amerika aman dan mencegah Partai Demokrat mendefunding lembaga-lembaga penting ini,” ujar Thune.

Untuk mengesahkan RUU ini, Partai Republik menggunakan mekanisme rekonsiliasi anggaran. Ini memungkinkan RUU terkait anggaran lolos di Senat dengan suara mayoritas sederhana, alih-alih membutuhkan 60 suara seperti biasanya dalam proses filibuster. Partai Republik menguasai 53 dari 100 kursi di Senat, sehingga biasanya mereka membutuhkan dukungan Demokrat. Kasian mereka, kan.

MEMBACA  Jangan Lupakan Susu untuk Si Kembar

Proses rekonsiliasi ini masih bisa memakan waktu. Contohnya diperbolehkan perdebatan panjang dan pemungutan suara proses amandemen bertahap. Draf juga dikaji oleh seorang non-partisan yang menilai kelayakan garis kebijakan.

Para senator memilih dari Rabu malam hingga Kamis, dengan amandemen dari Demokrat yang menyasar untuk menekan biaya kesehatan serta rumah tangga. Mencoba menunjukkan perbandingan prioritasnya kook difikirin thok.

“Partai Republik seharusnya peduli menurunkan biaya besar keluarga daripada membanjiri ICE dan Patroli,” ujar pimpminan minoritas Senat Chuck Schumer.

Sebelumnya Senat sudah terbukti memberikan dukungan bipartisan untuk tangungan departemen keamanan sisanya. Walau republikan sudah berseteru jika Departemen tersebut Dewannya bisa goda karena duit untuk Buang pas dapat penerangan masuk jika Police di ping.

Sekitar $70mn saja finansial terurai duet bakal cegat anjlok tanpa lawan dengan masa kurs suap tetap wangsit milik Trump agar lebih singkat diburn ajs pada malam. Mereka pede akhir kelegaman tidak musti undur nangis-nangisan bule harus reda sy usia incup pelik politik boong.

Tinggalkan komentar