Bibi Bocah Venezuela yang Diselamatkan dari Reruntuhan: Aku Akan Beri Dia Kehangatan Seorang Ibu

Ia bercerita bahwa dirinya dan Ana Luz (31 tahun) sangat akrab, setiap hari mereka pasti telepon video. Kakaknya selalu bersama Kleiber, ke mana pun ia pergi.

“Ke mana perginya, anaknya pasti ikut. Apa pun yang Kleiber mau, pasti dituruti. Kalau lagi tidak punya uang, kakak saya telepon saya, minta ini-itu untuk Kleiber,” kata Andreína.

“Kakak saya lebih tua. Saya selalu percaya padanya, cerita semua masalah saya. Setiap saya video call sama dia, anaknya selalu ada di sampingnya.”

Andreína yakin kakaknya pasti sedang bersama Kleiber di bawah reruntuhan.

Saat ia menjenguk keponakannya di rumah sakit, tim penyelamat masih terus berusaha mencari korban setelah gempa.

Total 2.295 kematian sudah tercatat secara resmi, tapi angka akhir diperkirakan jauh lebih besar. Puluhan ribu orang masih hilang. PBB mengatakan sudah menyediakan 10.000 kantong jenazah untuk negara itu.

Andreína bilang dia belum putus asa orang tua Kleiber akan ditemukan.

“Sama seperti mereka menemukan keponakan saya, saya yakin mereka pasti akan menemukan kakak dan ipar saya,” ujarnya.

Sambil menatap Kleiber dengan penuh sayang, ia percaya bahwa “anak ini memiliki tujuan hidup di dunia.”

“Kalau nanti dia dewasa, mudah-mudahan begitulah cerita hidupnya,” kata Andreína.

Laporan tambahan oleh Euridice Ledezma

MEMBACA  Rancangan Undang-Undang Texas Akan Melarang Media Sosial untuk Anak di Bawah Umur. Ini Dampaknya.

Tinggalkan komentar