AS Kirim Tambahan 10.000 Pasukan ke Timur Tengah Meski Gencatan Senjata Iran | Berita

Amerika Serikat dikabarkan akan mengerahkan pasukan tambahan ke Timur Tengah pada bulan ini, menurut laporan The Washington Post.

Diterbitkan Pada 15 Apr 2026

Pemerintah Amerika Serikat akan mengirim lebih dari 10.000 personel tambahan ke Timur Tengah sebelum akhir April, dalam upaya Washington meningkatkan tekanan terhadap Iran, demikian ungkap pejabat AS kepada The Washington Post.

Surat kabar tersebut, yang mengutip pejabat AS kini dan mantan yang berbicara dengan kondisi anonim, melaporkan pada Selasa bahwa AS mengirim sekitar 6.000 pasukan yang berada di atas kapal induk USS George HW Bush beserta kapal-kapal pengawalnya ke kawasan tersebut.

Artikel Rekomendasi

Sekitar 4.200 pasukan lainnya dari Boxer Amphibious Ready Group dan gugus tugas Korps Marinir yang diangkutnya, yaitu Unit Ekspedisi Marinir ke-11, diperkirakan akan tiris menjelang akhir bulan, menurut laporan itu.

Sebelumnya diumumkan bahwa kira-kira 50.000 pasukan telah terlibat dalam operasi perang melawan Iran sejak dimulainya konflik pada 28 Februari.

Dengan kedatangan USS George HW Bush yang dikabarkan sedang berlayar mengitari Afrika, jumlah kapal induk di kawasan itu akan mencapai tiga unit.

USS Abraham Lincoln dan USS Gerald Ford saat ini telah berada di Timur Tengah dan turut serta dalam pertempuran melawan Iran.

Laporan yang belum dapat diverifikasi oleh Al Jazeera ini muncul saat AS melanjutkan blokade laut pada Rabu, yang mereka klaim telah memutus perdagangan maritim dengan Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan di media sosial bahwa blokade yang sebelumnya diumumkan telah “sepenuhnya diimplementasikan” dan bahwa pasukan Amerika “telah menghentikan sama sekali perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar dari Iran melalui laut”.

MEMBACA  Iran Serang Pipa Arab Saudi, Pasokan Minyak Global Susut 700.000 Barel

Namun, gambaran berdasarkan data pelacakan maritim pada Selasa kurang jelas, mengindikasikan bahwa beberapa kapal yang berlayar dari pelabuhan Iran berhasil melintasi Selat Hormuz meskipun adanya blokade tersebut.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan kepada The New York Post pada Selasa bahwa babak baru perundingan dengan Iran mungkin akan digelar di Pakistan “dalam dua hari ke depan”, setelah sesi negosiasi pertama yang marathon berakhir tanpa titik terang.

Pekan lalu, AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang setelah perundingan berisiko tinggi di ibu kota Pakistan, Islamabad, namun gencatan senjata dua minggu yang dideklarasikan sepekan sebelumnya tetap bertahan. Gencatan senjata itu ditetapkan berakhir pada 22 April mendatang.

Menurut pejabat yang berbicara kepada The Washington Post, pengiriman pasukan baru ini akan memungkinkan pemerintah AS untuk terus melanjutkan perundingan dengan Iran, seraya mempersiapkan “kemungkinan serangan tambahan atau operasi darat”.

Tinggalkan komentar