Woodside resmi ambil alih operasi aset Cekungan Gippsland.

Woodside Energy kini resmi menjadi operator aset di Gippsland Basin, Australia tenggara, menggantikan Esso Australia Resources. Aset-aset ini termasuk dalam Gippsland Basin Joint Venture (GBJV) dan Kipper Unit Joint Venture (KUJV).

Perubahan ini hanya mencakup hak pengelolaan saja. Woodside dan Esso tetap memiliki bagian kepemilikan yang sama seperti sebelumnya di aset-aset tersebut.

Masing-masing perusahaan masih memegang 50% saham partisipasi di GBJV dan 32,5% saham di KUJV.

Gippsland Basin memasok sekitar 40% kebutuhan gas di pantai timur Australia. Wilayah ini telah menjadi sumber energi utama selama beberapa dekade.

Semua gas yang diproduksi Woodside di Gippsland Basin dijual ke pasar domestik Australia.

Aset ini mencakup fasilitas di darat dan lepas pantai. Sekitar 1.200 tenaga kerja mendukung operasi di lokasi seperti Longford Gas Plant dan fasilitas pemrosesan Long Island Point.

CEO Woodside, Liz Westcott, mengatakan, “Hari ini adalah babak baru bagi Gippsland Basin. Woodside menjadi operator aset energi nasional yang penting ini, yang berperan vital dalam memasok gas ke rumah dan bisnis di Australia. Sebagai operator, fokus kami adalah menjaga operasi yang aman, andal, serta mendukung keamanan energi di pantai timur.”

Ia menambahkan, “Perusahaan kami berdiri lebih dari 70 tahun lalu dan dinamai dari kota kecil Woodside di Gippsland, tempat pendiri kami mulai mencari minyak. Kami bangga kembali ke Victoria sebagai operator aset ini dan siap terus berkontribusi pada masa depan energi Australia timur.”

Peralihan ini disusun agar produksi tetap berjalan lancar. Tim yang sudah ada tetap bekerja tanpa perubahan.

Woodside akan menggunakan sistem operasi, tata kelola, dan keahlian teknisnya untuk aset ini. Tujuanya mendukung produksi agar terus berjalan serta merencanakan masa depan, termasuk pembongkaran fasilitas jika kelak tidak digunakan lagi.

MEMBACA  Apa yang Mendorong Kinerja Vertex Pharmaceuticals (VRTX) pada Kuartal IV?

Perusahaan menyebut bahwa investasi dan potensi pengembangan baru dapat menambah hingga 200 petajoule pasokan gas untuk pasar pantai timur, menggunakan infrastruktur yang sudah ada.

Selanjutnya, Woodside akan terus berkoordinasi dengan regulator, mitra ventura bersama, pelanggan, dan masyarakat setempat saat mengelola aset Gippsland Basin.

Pasar energi Australia timur, yang sebagian dipasok oleh Gippsland Basin, mencakup beberapa negara bagian dan wilayah, yaitu Australian Capital Territory, New South Wales, Northern Territory, Queensland, South Australia, Tasmania, dan Victoria.

Tinggalkan komentar