Versi Suara Trump yang Diciptakan AI Digunakan dalam Iklan untuk Atasi Keterjangkauan Perumahan

Video dari Fannie Mae Pakai Suara AI yang Mirip Trump

Suara yang kedengaran seperti Presiden Donald Trump sedang baca iklan baru Fannie Mae, sebenernya adalah suara klon AI yang membaca teks. Begitu kata keterangan di video itu.

Suara di iklan itu, dibuat dengan izin dari pemerintahan Trump, janjiin "Fannie Mae yang baru" dan sebut lembaga itu sebagai "pelindung Mimpi Amerika." Iklan ini muncul saat pemerintah lagi gencar tunjukin ke pemilih bahwa mereka tanggap soal kekhawatiran rakyat, termasuk di pasar perumahan.

Trump rencana bahas perumahan saat tampil di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Ini bukan pertama kali anggota keluarga Trump pakai AI untuk tiru suara mereka. Ibu Negara Melania Trump baru-baru ini pakai jasa perusahaan teknologi AI, Eleven Labs, untuk bantu suarakan versi audio memoarnya. Nggak diketahui siapa yang klon suara Presiden Trump untuk iklan Fannie Mae ini.

Bulan lalu, Trump janji dalam pidato waktu prime-time bahwa dia akan luncurkan "beberapa rencana reformasi perumahan paling agresif dalam sejarah Amerika."

Fannie Mae dan kembarannya, Freddie Mac, yang udah di bawah kontrol pemerintah sejak Resesi Besar, beli KPR dari bank yang memenuhi kriteria risiko mereka. Ini bantu sediakan likuiditas untuk pasar perumahan. Dua perusahaan ini jamin sekitar setengah dari pasar pinjaman rumah AS senilai $13 triliun dan adalah pondasi ekonomi AS.

Trump, Bill Pulte yang mengepalai Federal Housing Finance Agency, dan lainnya bilang mereka mau jual saham Fannie Mae dan Freddie Mac di bursa saham besar, tapi belum ada rencana konkret.

Trump dan Pulte juga pernah usul perpanjang KPR 30 tahun jadi 50 tahun biar cicilan bulanan lebih rendah. Trump tampaknya mundur dari usulan itu setelah dikritik bahwa pinjaman jangka panjang justru akan kurangi kemampuan orang buat bangun ekuitas perumahan mereka.

MEMBACA  Dana lindung terkena margin call terbesar sejak krisis Covid-19 tahun 2020.

Izin Trump untuk penggunaan AI ini menarik, mengingat dia pernah protes soal staf di pemerintahan Biden yang pakai autopen untuk tanda tangani hukum, pengampunan, atau perintah eksekutif. Namun, laporan dari Partai Republik di DPR tidak menyertakan bukti konkret bahwa autopen dipakai untuk tanda tangani nama Biden tanpa sepengetahuannya.

Cerita ini pertama kali muncul di Fortune.com.

Tinggalkan komentar