Presiden Donald Trump sudah tanda tangan perintah eksekutif untuk memperluas akses ke rekening pensiun, seperti yang dijanjikan dalam pidato State of the Union. Rencana ini digabung dengan program Saver’s Match dari Secure 2.0 Act tahun 2022, di mana pemerintah akan cocokkan kontribusi pensiun untuk pekerja dengan gaji di bawah $35.000, hingga $1.000 per tahun mulai tahun depan.
Kementerian Keuangan akan buka situs baru, TrumpIRA.gov, untuk informasikan dana pencocokan ini dan beri panduan untuk donor swasta yang mau bantu rekening pekerja. Trump bilang langkah ini “revolusioner” karena memberi pekerja berpenghasilan rendah akses ke rekening pensiun seperti pegawai federal punya lewat Thrift Savings Plans.
Sekitar 56 juta orang Amerika tidak punya akses ke rencana pensiun dari majikan mereka, menurut AARP. Dan sekitar 27 juta yang memenuhi syarat untuk Saver’s Match juga tidak punya akses ke rencana yang bisa mereka gunakan.
“Memasukan 56 juta pekerja ke rekening dengan cocokan federal adalah perluasan perlindungan pensiun terbesar sejak Social Security,” kata Teresa Ghilarducci. Pemerintahan Trump juga bakal minta persetujuan Kongres untuk perluas program ini ke pekerja kelas menengah ke atas.
Banyak orang Amerika sulit menabung untuk pensiun. Menurut studi, median tabungan pensiun pekerja AS cuma $955. Sementara itu, Social Security terancam bangkrut pada 2032 kalau Kongres tidak bertindak, yang bisa potong manfaat sekitar 24%.
“Federal action untuk atasi kesenjangan akses ini besar banget, tapi ini tidak boleh gantiin Social Security. Social Security tetap jadi dasar pensiun,” kata K.C. Boas.
Tahun lalu, Trump juga luncurkan “Trump accounts” untuk anak di bawah 18 tahun, dengan $1.000 modal awal untuk bayi yang lahir antara 2025 dan 2028.
Pencocokan rekening pensiun ini dianggap dorongan kuat bagi pekerja. Tapi banyak yang bilang akses saja tidak cukup, terutama karena pekerja bergaji rendah sering hidup pas-pasan.
“Kita lagi krisis keterjangkauan. Kita perlu prioritaskan bikin hidup sehari-hari lebih terjangkau,” kata Boas.