Tahun 2026 seharusnya menjadi tahun yang sangat bagus untuk pariwisata di Amerika Serikat. Ini karena akan ada Piala Dunia FIFA di negara itu, yang akan membawa banyak penggemar sepak bola.
Tapi, industri pariwisata AS justru khawatir. Di tahun 2025, jumlah turis internasional di dunia naik 4%, tapi di AS malah turun. Jumlah turis asing yang datang ke AS turun 5,4% – lebih buruk dari penurunan di tahun 2017-2018.
Kebijakan pemerintahan Trump tentang imigrasi dan tarif, plus kontrol perbatasan yang ketat, membuat traveler dari negara lain enggan berkunjung. Khususnya turis dari Kanada – sumber turis asing terbesar untuk AS. Perjalanan dari Kanada ke AS turun hampir 30% di 2025. Turis dari Australia, India, dan Eropa Barat juga berkurang.
Kami adalah ahli di bidang pariwisata. Kami percaya penurunan pariwisata di 2025 bisa berlanjut ke 2026. Buktinya jelas: kebijakan pemerintah AS membuat calon traveler tidak mau datang. Dengan kata lain, industri pariwisata sedang mengalami “Trump slump.”
Sedikit orang Kanada yang pergi ke AS
Dampak kebijakan Donald Trump paling terlihat di perbatasan AS-Kanada. Di tahun 2024, pengunjung dari Kanada menyumbang sekitar 20,4 juta kunjungan dan US$20,5 miliar, mendukung 140,000 pekerjaan di AS.
Dampak ekonomi dari penurunan ini paling terasa di negara bagian perbatasan yang bergantung pada orang yang menyebrang untuk belanja, makan, atau ke kasino.
Penurunan tajam dalam perjalanan pulang-pergi dengan mobil ke Kanada menunjukkan bahwa ekonomi perbatasan mungkin bermasalah. Ini membuat pejabat dan profesional pariwisata berusaha menarik orang Kanada, kadang dengan “penawaran khusus untuk orang Kanada.”
Bukan cuma negara bagian perbatasan. Di Las Vegas, beberapa hotel menawarkan nilai tukar yang sama antara dolar Kanada dan AS untuk kamar dan voucher judi.
Negara bagian seperti Florida, Arizona, dan California menghadapi penurunan kunjungan singkat dan juga penurunan jumlah “snowbird” (orang Kanada yang menghabiskan musim dingin di AS). Laporan menunjukkan peningkatan orang Kanada yang menjual properti mereka di AS dan membatalkan rencana musiman.
Kekhawatiran ekonomi dan keamanan
Kebijakan ekonomi pemerintahan Trump menjadi alasan utama turis menjauhi AS. Tarif yang tinggi, retorika perbatasan yang keras, dan kebijakan luar negeri yang agresif menciptakan persepsi negatif.
Banyak warga asing merasa tidak diterima atau tidak pasti bepergian ke AS. Beberapa pemimpin dari Kanada dan Eropa bahkan menganjurkan warganya untuk berbelanja di dalam negeri saja. Ini mengurangi niat orang untuk bepergian ke AS di 2025.
Nilai tukar mata uang dan inflasi juga mempengaruhi calon traveler, terutama dari Kanada. Dolar Kanada melemah di 2025, membuat perjalanan ke AS lebih mahal.
Traveler juga menjauhi AS karena kekhawatiran keamanan. Beberapa negara telah mengeluarkan peringatan perjalanan tentang risiko bepergian ke AS, termasuk Jerman yang terbaru. Kekhawatiran ini, ditambah taktik agresif petugas imigrasi, membuat calon pengunjung memilih menghindari AS.
Peringatan untuk AS
Kondisi pariwisata saat ini mengkhawatirkan. Julia Simpson dari World Travel and Tourism Council menggambarkan situasi ini sebagai “peringatan” untuk pemerintah AS.
“Ekonomi travel dan pariwisata terbesar dunia sedang menuju arah yang salah,” katanya di Mei 2025. “Sementara negara lain menyambut turis, pemerintah AS justru memasang tanda ‘tutup’.”
Diperkirakan AS kehilangan sekitar $30 miliar dari pariwisata internasional di 2025 karena traveler memilih pergi ke tempat lain.
Ini adalah tren yang sudah lama. Bagian AS dari perjalanan internasional global turun dari 8,4% di 1996 jadi 4,9% di 2024. Sementara itu, kedatangan ke tujuan wisata populer lain seperti Prancis, Yunani, Meksiko, dan Italia justru naik.
Penurunan ini juga dirasakan sektor pariwisata bisnis.
Dampak Piala Dunia?
Lalu bagaimana dengan Piala Dunia FIFA yang akan datang, di mana 75% pertandingan diadakan di AS? Biasanya, tuan rumah mendapat manfaat dari acara olahraga, walau dampaknya sering dilebih-lebihkan. Setelah tahun yang mengecewakan, sektor pariwisata AS berharap Piala Dunia akan meningkatkan kunjungan dan pendapatan.
Tapi kebijakan luar negeri Trump mungkin merusak harapan itu.
Biaya integritas visa baru sebesar $250 dan rencana pemeriksaan media sosial untuk beberapa pengunjung membuat perjalanan ke AS kurang menarik. Ada juga seruan untuk memboikot AS setelah beberapa kebijakan Trump.
Sebuah billboard di New York City mengiklankan Piala Dunia FIFA 2026. Ira L. Black/USSF via Getty Images
Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter menyarankan agar penggemar menghindari pergi ke AS untuk Piala Dunia.
Masih belum jelas apakah penggemar akan mengikuti sarannya. Pemesanan penerbangan dan hotel meningkat setelah jadwal dan tempat pertandingan diumumkan di Desember.
Tapi retorika politik saat ini Kategori Bisnis