Trump Bisa Picu Krisis Finansial di Rusia — Jika Dia Mau — Tapi Mundur dari Ancaman ‘Konsekuensi Sangat Serius’

AS punya pengaruh besar terhadap ekonomi Rusia dan kemampuannya untuk lanjut perang di Ukraina, tapi Presiden Donald Trump mundur dari peringatannya dulu bahwa jika tidak ada gencatan senjata, Moskow akan dapat hukuman keras.

Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengakhiri pertemuan yg dinanti di Alaska hari Jumat tanpa kesepakatan. Sabtu, Trump ubah pendiriannya ke arah perjanjian damai yg lebih lengkap antara Rusia dan Ukraina, mirip posisi Putin, bukan cuma gencatan senjata.

Dia juga dukung ide Putin agar Ukraina serahkan wilayah yg dikuasainya sebagai ganti janji Rusia tidak akan menyerang lagi.

Ini perubahan besar dari retorikanya sebelum pertemuan Alaska, waktu dia ancam “hukuman sngat berat” buat Rusia kalau Putin tidak setuju gencatan senjata.

Ketika ditanya knp tidak lanjutkan, Trump bilang dia tunda hukuman baru dan ancaman tetap ada sambil diplomasi berjalan.

“Karena apa yg terjadi hari ini, saya pikir tidak perlu pikirkan itu sekarang,” katanya ke Fox News. “Mungkin dua atau tiga minggu lg, tapi sekarang tidak usah.”

Trump sblmnya peringatkan sektor minyak Rusia bisa kena sanksi tambahan. Minyak dan gas sumber utama pendapatan Kremlin, dan AS bisa manfaatkan kelemahan ini.

Menurut Robin Brooks dari Brookings Institution, menghentikan “armada bayangan” yg kirim minyak Rusia diam-diam bisa bawa ekonomi perang ke “krisis finansial dalam.”

Setelah pemerintahan Biden sanksi hampir 200 kapal Januari lalu, aktivitas mereka turun drastis, tulisnya di Substack hari Sabtu.

Tapi masih ada 359 kapal lain yg sudah disanksi Uni Eropa atau Inggris, tapi belum oleh AS.

“Sanksi ke kapal ini akan pukul berat mesin perang Rusia,” tulis Brooks. “Harga minyak Urals pasti turun tajam, mengurangi aliran mata uang asing ke negara Rusia, dan Rubel mungkin akan jatuh.”

MEMBACA  Fakta-Fakta: Penembakan Trump mengingatkan kembali pada percobaan pembunuhan terhadap pemimpin AS di masa lalu Oleh Reuters

Sementara itu, ahli kebijakan luar negeri bilang pertemuan Alaska sukses buat Putin karena dia hindari hukuman dari Trump dan dapat waktu untuk militernya dapat keuntungan di medan perang.

Tapi Melinda Haring dari Atlantic Council bilang Trump masih punya pengaruh besar atas Rusia.

“Semoga Trump sadar nafsu Putin untuk bicara terus dan bosan dengan ceramah sejarah palsunya,” tulisnya di blog post. “Trump bisa tekan Rusia; dia lupa AS yg pegang kartu, bukan Moskow.”

Pendapatan minyak dan gas turun 27% Juli ini dibanding tahun lalu, dan Rusia kehabisan sumber keuangan karena pengeluaran perang memperbesar defisit.

Dana Kekayaan Nasional, cadangan penting, menyusut dari $135 miliar Januari 2022 jadi $35 miliar Mei lalu dan diperkirakan habis tahun ini.

“Ekonomi Rusia mendekati krisis fiskal yg akan halangi usaha perangnya,” tulis ahli ekonomi Anders Åslund di Project Syndicate minggu lalu. “Ini mungkin tak cukup buat Putin cari damai, tapi artinya dia mulai terjepit.”

Perkenalkan Fortune Global 500 2025, daftar perusahaan terbesar di dunia. Lihat daftar tahun ini.