Jika kamu mau investasi di properti, pasti pernah ngerasa cemas mau tahu apakah properti itu bakal untung atau rugi.
Meskipun gak ada cara 100% sempurna untuk prediksi keuntungan — seperti investasi lainnya, selalu ada resiko — ada hitungan yang dipakai para ahli saat evaluasi investasi.
Harus Baca
Salah satu hitungan itu adalah aturan 1%, cara cepat untuk tahu apakah kamu harus lihat properti lebih dekat, atau langsung pergi.
Apa itu aturan 1%?
Aturan 1% itu hitungan sederhana untuk lihat apakah properti akan ngasih arus kas bulanan yang cukup.
Kamu tinggal hitung sewa bulanan yang bisa kamu minta, lalu lihat apakah itu minimal 1% dari harga beli. Contohnya, properti sewa $200.000 harus dapat sewa minimal $2.000 per bulan.
Kamu mungkin juga mau masukin perkiraan biaya renovasi atau perbaikan yang diperlukan setelah beli, dan tambahkan ke total biaya (1). Jadi, properti $400.000 yang perlu renovasi $30.000 harus bisa hasilin $4.300 per bulan.
Kalau hitungannya bilang sewa yang kamu kumpulin tiap bulan gak nutup cicilan KPR, kamu mungkin abaikan aja properti itu.
Kamu bisa pake aturan ini untuk properti rumah atau komersil. Kalau punya beberapa penyewa di satu properti, total sewa mereka harus sama dengan 1% dari harga beli.
Tapi yang bikin aturan ini berguna — karena sederhana — juga jadi kelemahannya. Soalnya ada banyak faktor yang gak diitung, kayak biaya HOA, pajak properti, asuransi, perawatan, kamar kosong, dan bunga KPR.
Baca Juga: [Sekitar 1 dari 5 orang Amerika di atas 50 tahun gak punya tabungan pensiun — ini rencana kejar
Kata para kritikus
Selain simpelnya aturan 1%, orang yang gak setuju punya kekhawatiran lain pake cara ini buat ambil keputusan investasi.
Di blog platform investasi properti BiggerPockets, seorang investor properti bilang aturan ini populer setelah krisis keuangan global, waktu harga rumah lebih rendah (2). Sekarang, harga rumah udah naik banyak.
Banyak investor properti pake hitungan cash-on-cash return buat mutusin apakah properti itu investasi bagus. Meskipun gak sesederhana aturan 1%, cash-on-cash return ngasih tahu persentase dari investasi kamu yang bakal balik dalam setahun lewat arus kas (3).
Hitung cash-on-cash return dengan bagi arus kas tahunan sebelum pajak (sewa) dengan total uang yang kamu tanam di properti. Beberapa ahli bilang cash-on-cash return kamu harus sama atau lebih besar dari yang kamu dapet dari jenis investasi lain (3).
Dave Ramsey bilang target cash-on-cash return untuk properti sewa rumah itu antara 8 sampe 10%, dan untuk properti komersil 10 sampe 14%.
Alasan lain kenapa aturan 1% gak selalu jadi ukuran terbaik adalah di pasar properti dengan harga tinggi, susah banget capai 1% itu (1).
Aturan 1% dalam praktik
Untuk seorang investor properti pemula, aturan 1% membantu dia ambil langkah pertama di pasar.
Atif Afzal mulai investasi properti di tahun 2019, buat hasilin penghasilan tetap di samping kerjanya sebagai komposer film dan musisi, menurut laporan Business Insider (4).
Afzal sekarang punya empat properti di
Meskipun aturan ini gak ngitung semua biaya investasi properti, dia bilang ke Business Insider itu tetap jadi salah satu ukuran utama
Buat Afzal, arus kas prioritas utama, soalnya itu bisa nunjukin ke pemberi pinjaman bahwa investasinya gak rugi, dan dia bisa dapet lebih banyak pinjaman.
“Selama saya bisa dekat dengan 1%, saya mau beli properti itu,” kata Afzal
Meski aturan 1% gak bakal kasih tahu semua tentang properti, itu bisa kasih gambaran cepat soal arus kas kamu. Ini gak akan cocok buat semua orang atau semua properti, tapi bisa jadi patokan berguna pas mulai
Kamu Juga Mungkin Suka
Gabung 250.000+ pembaca dan dapat cerita terbaik Moneywise & wawancara eksklusif dulu — wawasan jelas yang dirangkum dan dikirim mingguan. [Berlangganan sekarang.]()
Sumber Artikel
Kami cuma bersandar pada sumber terpercaya. Detail, lihat [etika pedoman kami]().
- Rocket Mortgage ([1]())
- BiggerPockets ([2](), [3]())
- Business Insider([4]())
[[ Artikel ni]} berasal dari Moneywise.com}dengan judul asli] Landlords swear id=”90
”— _ArtikelIniformasi bgini>bersifat inform{{Bahd bel bahan we dalamB1(p