The Fed Kemungkinan Besar akan Tahan Suku Bunga pada Rapat Terakhir Era Powell

Oleh Howard Schneider

WASHINGTON, 29 April (Reuters) – Bank Sentral AS (The Fed) diperkirakan akan tetap menahan suku bunga minggu ini. Para pejabat masih debat tentang risiko inflasi yang naik. Ini mungkin juga pertemuan terakhir Jerome Powell sebagai kepala The Fed.

Harga minyak dunia tinggi dan naik lagi karena perang AS dengan Iran. Sebelum pertemuan dua hari The Fed, para pejabat bilang mereka makin khawatir. Biaya energi yang mahal ini bisa berubah dari kejutan sementara jadi inflasi yang lebih tinggi. Akibatnya, suku bunga mungkin harus tetap tinggi lebih lama, atau bahkan naik lagi.

Negosiasi yang macet dan Selat Hormuz yang ditutup bikin harga minyak mentah dunia naik lagi di atas 110 dolar AS per barel. Sebelum serangan AS-Israel ke Iran mulai 28 Februari, harga minyak sekitar 70 dolar AS. Ukuran inflasi favorit The Fed sekarang sekitar satu persen di atas target 2% mereka. Angka bulan Maret yang akan keluar minggu ini diperkirakan bakal lebih tinggi lagi.

Pedagang melihat kecil kemungkinan The Fed akan nurunin suku bunga sebelum pertengahan tahun depan. Ini seperti taruhan kalau pemimpin baru The Fed, Kevin Warsh, gagal meyakinkan rekannya bahwa produktivitas AS yang naik akan bikin inflasi turun dan kebijakan moneter jadi lebih longgar.

“Berita sejak pertemuan Maret lalu—data tenaga kerja yang lebih baik tapi data inflasi yang mengecewakan tidak berubah— mungkin bikin diskusi jadi lebih agresif,” kata Michael Feroli, kepala ekonom JPMorgan untuk AS. Tapi The Fed tidak akan bilang bahwa mereka mungkin perlu menaikkan suku bunga di pernyataan resminya. Pertumbuhan lapangan kerja yang mengejutkan di Maret turunkan tingkat pengangguran ke 4,3%.

MEMBACA  Pemerintah Akan Menjabarkan Pembatasan Baru terhadap Sewa Jangka Pendek di Inggris

ERA POWELL AKAN BERAKHIR

Keputusan suku bunga The Fed dan pernyataan kebijakan baru akan dirilis jam 2 siang waktu Washington (1800 GMT). Powell dijadwalkan konferensi pers setaun jam lagi.

Selain jelaskan hasil rapat dan jawab pertanyaan tentang prospek ekonomi, Powell mungkin akan cerita lebih banyak tentang rencananya. Ini karena Warsh diperkirakan bakal dikonfirmasi sebagai Kepala The Fed oleh Senat sebelum pertemuan 16-17 Juni.

Proses nominasi Warsh mulai jalan minggu lalu setelah Kementrian Kehakiman AS menjatuhkan penyidikan kriminal tentang proyek gedung The Fed. Beberapa senator Republican kunci nganggap itu serangan yang tidak berdasar ke Powell dan independensi bank sentral. Komite Perbankan Senat dijadwalkan voting hari Rabu untuk rekomendasi Warsh dikonfirmasi Senat yang dikuasai Republican.

Masa jabatan Powell sebagai bos The Fed berakhir tanggal 15 Mei. Tapi masa jabatannya sebagai anggota Dewan Gubernur di Washington masih sampai Januari 2028.

Di konferensi pers Maret lalu, Powell bilang dia tidak akan ninggalkan dewan “sampai penyidikan ini benar-benar selesai,” tapi belum jelas apa dia akan tetap jadi gubernur kalau penyidikannya dihentikan.

“Saya belum buat keputusan itu. Saya akan buat keputusan itu berdasarkan apa yang menurut saya terbaik lembaga dan masyarakat yang kami layani,” kata Powell waktu itu.

(Dilaporkan oleh Howard Schneider; Disunting oleh Paul Simao)

Tinggalkan komentar