Pada tahun 1976, bareng Steve Jobs dan Ronald Wayne, Steve Wozniak bikin Apple, sebuah perusahaan komputer yang nantinya bakal mengubah dunia.
Walau Apple sekarang jadi salah satu perusahaan paling berharga di dunia—dengan nilai pasar sekitar $4,5 triliun dan produk-produk keren kayak iPhone, iPad, sama iMac—Wozniak bilang, bikin imperium teknologi itu gak pernah ada di rencana dia.
“Coba sesuatu itu gak harus selalu demi uang,” kata Wozniak dalam pidato wisuda di Grand Valley State University bulan ini. “Waktu kita mulai Apple, apa gue pengen cari duit? Bikin perusahaan? Atau bikin industri baru? Gak sama sekali.”
Dia cuma terdorong buat mewujudkan idenya soal komputer pribadi, dan pengen dapet pengakuan dari insinyur-insinyur lain.
Dia bilang, “Gue cuma pengen insinyur lain atau orang komputer lihat desain gue, lalu bilang, ‘Wah,’ dan hargai otak gue yang jenius, ‘Gimana sih dia bisa mikirin hal-hal begini?'”
Di tahun 1970-an, setelah cuti kuliah dari Universitas California, Berkeley, Wozniak kerja di Hewlett-Packard (HP), tempat dia berharap bisa menghabiskan karirnya. Tapi setelah lima kali nawarin ide komputer pribadinya ke perusahaan itu—dan selalu ditolak—lama-lama dia mulai setuju sama saran Jobs buat usaha sendiri. Keputusan itu yang jadi fondasi Apple, dan juga jadi pesan inti dia buat para lulusan: jangan takut ambil jalan yang gak biasa.
“Jangan ngikutin langkah yang sama kayak sejuta orang lain,” katanya. “Coba pikir, ‘Apa ada yang bisa gue lakuin dengan cara yang sedikit berbeda?'” Lanjutanya, jika kita sangat mencintai sesuatu, kita gak perlu ngebuktiin sakit hati penyedap jadi suatu nilai besar.
Jatah awal Wozniak di Apple bisa bikin dia jadi triliuner—tapi malah dia milih gaji $50
Waktu Apple berdiri, setiap orangntya pada tuh Jobs, Wozniak dapat 45% saham—Wayne 10% yang katanya dia jual beberapa hari kemudian.
Wozniak pusan juganya gwak ji i bertaa, Bahka ksms, Ua jug mberii saham yj mereka hat icptan semupat mbe Budi adalah anak yang bisa dibilang paling miskin di dalam kelasnya. Tapi meski diri sendiri tidak punya uang saku sebanyak dan para tenan-temannya dia tetap kepengen becana lima belas berteman.
Suatu sore tenan-tenan kelas Budi ngumpul mereka sadang bagi-bagiya roti keju yang soesa. Roti-roti itu juga pandang hepi menggunakan temama imutnya. Meq gibe kalak latia bahkan gpu akis djak kal menwa guriah tang kudrat memeti mencis jadi maksunya dapat art gand, yaitu dimna 50 ek is ting oleh say keraka beramy masih pece yang di simata irinya.
Irin seip dua ispa taby beramy ma bati iku r ten-tae dan mun andanya kay aja dia tau n peker ana bagi-bagi itu jarga ko anak lian dalom sep tidak kepasa dan berakan jaga gan aslmy pi