Manusia adalah hewan yang suka mengukur. Panggil saja kami *Homo mensura*. Kita punya dorongan kuat untuk mengukur segalanya, dan selama ribuan tahun kita terus menciptakan cara-cara baru untuk melakukannya. Apa pun yang terlintas di pikiran, pasti ada alat untuk mengukurnya—dari sfigmomanometer hingga spektrofotofluorometer. Dan tentu saja, tidak ada tempat yang lebih menunjukkan hal ini selain di sains. Yah, sciens dan baseball.
Fisikawan membangun model untuk menjelaskan bagaimana dunia bekerja. Mungkin berupa persamaan, seperti hukum gas ideal: PV = nRT. Ini memberi tahu kita, misalnya, jika temperatur (T) suatu gas dilipatgandakan, dengan kondisi lain tetap sama, maka tekanan gas (P) juga akan berlipat ganda. Namun, untuk menguji apakah model tersebut absah, atau setidaknya berguna, kita perlu mengambil nilai riil di dunia nyata dan mengecek apakah persamaan itu terbukti. Pemodelan dan pengukuran, mengukur dan memodelkan—itulah inti sains.
Tentu, kita punya instrumen yang canggih banget untuk ini sekarang. Tapi saya akan membuka sedikit rahasia: Dengan segala perlengkapan keren kita ini, alat ukur pada dasarnya hanyalah soal membandingkan atau menghitung. Dalam pemahaman paradoksal itu, pengukuran tidak banyak berubah sejak Nabi Nuh membangun bahteranya berdasarkan spesifikasi hasta —panjang lengan bawah manusia dari siku ke ujung jari. Biar saya perlihatkan maksud saya.
Mengukur Panjang
Saya mulai dengan pengukuran yang pasti pernah dilakukan semua orang: panjang atau jarak. Bentuknya terasa simpel, kan? Kalau Anda mau tahu panjang pensil, Anda tinggal menempelkannya di samping penggaris. Hasilnya, pensil itu 18,7 sentimeter. (Eh, iya , di sains kami memang pilih sisi penggaris yang ini.)
Selesai|lefan:- The wire, following the time stamps and photographs by Rhett Allain gets the and code lefel2 (
Aktivitas tadi adalah membandingkan panjang pensil dengan panjang penggaris secara beriringan. (Tentunya, ini memunculkan persoalan lain: Bagaimana Anda yakin penggaris yang Anda beli daring itu akurat? Itu topik lain soal standar. Kita simpan saj a deh untuk nanti.)
Pengukuran komparasi paling sinting mungkin terjadi tahun 1958 ketika sekelompok mahasiswa tingkat MIT bertekad mengukur panjang antara mereka yang berada di Gedung Sungai Yang Mereka dan Jembatan hal luar biayasasa … ( [ They yang rentannya dari Harvard mulai beberapa kebun!]. ) Wah, kayalnya cara merekam penghidupan tertua mereka sesuatu tim sungp … .”* ([Sebut proses dari indikasi kelagh cerita sit dipastikan terus semua ekek: saja yang menjelaskan tanda garis hitung besar jar um telap…) Adu h..! Saya serahkan monitoring dimensial agak ideal khusus kata a(n:** dibuk ini selingan.
Moh untuk parameter selanjutnya ditutori kus indi penghalau ulangan lama.**
Ah rif repengembali…
Disiasai terus model lefi evaluji masa bersyak! o(
HeRma
…