Spektrum Ambil Langkah Besar di Tengah Meningkatnya Kehilangan Pelanggan

Spectrum, yang dimiliki oleh Charter Communications, kembali melakukan perubahan besar dalam jumlah tenaga kerjanya. Ini terjadi karena perusahaan masih menghadapi masalah kehilangan banyak pelanggan di bisnis TV kabel dan internet mereka.

Dalam laporan keuangan terbarunya, Charter mengungkapkan bahwa Spectrum kehilangan 120.000 pelanggan internet dan 60.000 pelanggan TV kabel pada kuartal pertama tahun ini. Karena kerugian ini, pendapatan perusahaan turun sebesar 1% dibandingkan tahun lalu.

Penurunan pelanggan ini terjadi setelah Spectrum menaikkan harga bulanan paket TV Select sebesar $5 dan beberapa paket internet lama sebesar $2 pada bulan Juli tahun lalu. Di platform media sosial Reddit, para pelanggan juga mengeluhkan kenaikan harga yang mereka anggap tidak transparan untuk layanan internet Spectrum tahun ini.

“Lingkungan untuk penjualan baru, terutama untuk internet, masih sangat kompetitif,” kata Jessica Fischer, CFO Charter, dalam sebuah panggilan telepon dengan investor pada bulan April.

Dia juga mengatakan bahwa Charter mengandalkan akuisisi besar senilai $34,5 miliar terhadap Cox Communications, yang sudah disetujui pada bulan Februari, untuk membantu memperbaiki bisnisnya. Akuisisi ini akan memungkinkan Charter untuk menginvestasikan miliaran dolar untuk meningkatkan dan memperluas jaringan Spectrum di seluruh negeri.

Spectrum mengalami PHK lagi

Sementara Charter berusaha membalikkan kerugian pelanggan, mereka terus memotong pekerjaan. PHK terbaru ini berdampak pada ratusan karyawan.

Dalam pemberitahuan resmi yang diajukan pada 8 Juli, Charter mengumumkan akan menghentikan operasi pusat jaringan mereka di Town and Country, Missouri. Ini mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi 107 karyawan Spectrum.

Menurut laporan dari media lokal, pusat tersebut adalah kantor regional untuk tim bisnis, keuangan, dan dukungan korporat Spectrum. Spectrum menjelaskan bahwa gedung kantor tersebut tidak sepenuhnya ditutup. Tim yang tidak terkena dampak PHK akan tetap bekerja di lokasi itu.

MEMBACA  Delegasi DK PBB Temui Presiden Aoun, Tinjau Lebanon Selatan di Tengah Eskalasi Israel

PHK ini secara resmi akan berlaku mulai 8 September dan terutama akan mempengaruhi karyawan dan manajer di bidang operasi teknik jaringan.

Untuk mengurangi dampak PHK, Spectrum mengalihkan peran administrasi ke pihak luar untuk mengelola pemantauan jaringan jarak jauh. Mereka juga akan menawarkan posisi yang serupa kepada karyawan yang di-PHK di wilayah St. Louis setidaknya selama delapan bulan ke depan.

PHK terbaru ini terjadi setelah Spectrum menutup pusat panggilan mereka di Appleton, Wisconsin pada bulan Maret, yang membuat 313 karyawan kehilangan pekerjaan. Pada bulan Oktober lalu, Spectrum juga dikabarkan telah memberhentikan 1.200 pekerja. Jumlah itu skitar 1% dari total tenaga kerja mereka. PHK itu terutama berdampak pada karyawan korporat dan mereka yang bekerja di fungsi administrasi di seluruh negeri.

PHK terbaru Spectrum ini juga terjadi ketika Charter secara agresif berinvestasi dalam kecerdasan buatan (AI) untuk mengurangi biaya operasional tahunan sebesar $8 miliar. Pada bulan November, mereka bahkan menjalin kemitraan dengan Amazon Web Services untuk menggunakan AI di seluruh bisnis mereka.

CEO Charter, Christopher Winfrey, mengatakan dalam panggilan telepon dengan investor bahwa alat-alat AI baru perusahaan sejauh ini menunjukkan hasil yang positif. “Kami telah menggunakan alat AI baru yang sekarang dipakai oleh agen layanan kami,” katanya. “Ini meningkatkan kepuasan pelanggan, mengurangi waktu panggilan, dan meningkatkan kepuasan kerja karyawan juga.

PHK Spectrum mencerminkan perubahan tenaga kerja di sektor telekomunikasi yang lebih luas

Spectrum bukan satu-satunya perusahaan telekomunikasi yang memangkas pekerjaan tahun ini.

T-Mobile diam-diam melakukan PHK pada bulan Januari, Maret, dan April. Ini mempengaruhi pekerja di beberapa divisi seperti konsumen, ritel, penjualan, dan dukungan pelanggan. Verizon juga memberhentikan ratusan pekerja di seluruh Amerika pada bulan Mei, kurang dari 1% tenaga kerja globalnya.

MEMBACA  Perolehan Jagung Menguat Kembali Menjelang Penutupan Kamis

Pada bulan Juni, karyawan AT&T melaporkan bahwa perusahaan juga diam-diam memotong pekerjaan di berbagai departemen. Menurut data dari perusahaan analis, PHK di bidang teknologi meningkat seiring perusahaan-perusahaan berinvestasi dalam AI.

Bulan Juni saja, PHK di industri teknologi mencapai 15.503, yang merupakan yang tertinggi. Sepanjang tahun 2026 sejauh ini, PHK di teknologi sudah mencapai 139.156. Ini naik 83% dari PHK tahun lalu hingga bulan Juni.

“Teknologi masih menjadi pusat PHK tahun ini,” kata Andy Challenger. “AI adalah kekuatan dominan karena perushaan melakukan restukturisasi, mengganti peran tenaga kerja, dan mengalihkan anggaran ke kemampuan baru. Sektor ini sedang diubah secara langsung.”

Di sektor telekomunikasi khususnya, 2.269 PHK sudah diumumkan sejauh tahun ini.

Seorang analis dari MTN Consulting memperingatkan tentang PHK besar-besaran ini. “PHK tanpa pertimbangan dapat merusak semangat, pengetahuan institusional, kualitas layanan, dan reputasi bisnis,” katanya. “Ini merugikan keuntungan jangka panjang. Perusahaan telekomunikasi yang tergesa-gesa memotong staf karena AI bisa juga membuat celah bakat yang meningkatkan resiko siber dan kehilangan inovasi.”

Tinggalkan komentar