Perusahaan Sandisk (SNDK) baru aja dapet salah satu stempel persetujuan paling berharga di pasar saham. Nasdaq Inc. (NDAQ) baru ngumumin kalau Sandisk bakal masuk ke Nasdaq-100 Index ($IUXX). Dan per Senin, 20 April, mereka gantiin posisi Atlassian Corp. (TEAM) sebelom pasar buka.
Ini momen besar banget buat perusahaan NAND flash yang baru merdeka, yang nyelesaiin pemisahannya dari Western Digital (WDC) sekitar setaun lalu.
Buat investor yang nonton dari pinggir, pertanyaannya sekarang simpel. Ini kesempatan beli, atau duit gampang udah keburu diambil?
www.barchart.com
Masuk ke Nasdaq-100 itu bukan cuma kemenangan simbolis.
Indeks ini ngikutin 100 perusahaan non-keuangan terbesar di Nasdaq Stock Market. Lebih dari 200 produk investasi ngikutin indeks ini, termasuk Invesco QQQ Trust (QQQ) yang banyak dipegang, yang totalnya punya lebih dari $600 milyar aset global yang dikelola.
Artinya, semua dana pasif yang ngikutin indeks Nasdaq harus beli saham SNDK biar cocok sama patokan baru, yang bakal bikin rally karna masuk indeks.
Masuk indeks juga ningkatin visibilitas dan likuiditas saham dalam jangka panjang, yang biasanya bikin biaya modal perusahaan jadi lebih rendah.
Atlassian, perusahaan software kolaborasi, bakal dikeluarin dari indeks, yang bakal ngasih tekanan ke saham teknologi itu.
Nasdaq-100 secara efektif nukerin nama software-as-a-service (SaaS) sama saham semikonduktor dan penyimpanan data. Ini tanda di mana uang institusi liat pertumbuhan terbesar sekarang.
Sandisk lagi fokus banget masuk pasar data center. CEO mereka, David Goeckeler, nyebut ini perubahan struktural terbesar di industri NAND flash. Waktu bicara di Morgan Stanley Technology, Media and Telecom Conference bulan Maret, Goeckeler bilang pelanggan data center bakal jadi pembeli NAND terbesar di 2026, peran yang dulunya diisi sama pembuat smartphone dan PC.
Sandisk lapor pertumbuhan pendapatan data center kuartal ke kuartil sebesar 64% di kuartel terbaru mereka, dan manajemen perkira laju ini bakal terus cepet selama setaun.
Cerita Berlanjut
Teknologi utama mereka, BiCS8 NAND, jadi pusat momentum itu. Node ini pake teknologi wafer-bonding yang jaga sirkuit CMOS tetap murni, hasilnya interface lebih cepat, efisiensi energi lebih baik, dan performa bagus di drive QLC.
Sandisk juga punya die 2-terabit, yang ngurangin jumlah chip buat bikin enterprise solid-state drive kapasitas besar. Di Cantor Global Technology Conference bulan Maret, Goeckeler jujur soal ambisi perusahaan. “Kami punya node NAND kelas dunia yang ngasih performa kuat pas pasar data center lagi meledak,” katanya. “Ini posisi kami sangat bagus.”
Selain dorongan data center jangka pendek, Sandisk kerja sesuatu yang lebih penting. Perusahaan lagi kembangkan yang namanya High Bandwidth Flash, atau HBF, teknologi NAND baru khusus buat beban kerja inferensi AI. Idenya, pake keuntungan density NAND di arsitektur AI yang sekarang rely di memori HBM dari perusahaan kayak SK Hynix.
Selain itu, manajemen lagi usaha bikin perjanjian pasokan multi-tahun sama pelanggan data center gede buat ngurangin naik-turun harga per kuartal yg dulu bikin masalah di industri NAND.
Goeckeler bilang ke peserta konferensi Bernstein Insights bulan Februari, tujuannya adalah “model keuangan yang berkelanjutan dan menarik” di seluruh siklus pasar, bukan cuma maksimal harga waktu siklus naik.
Satu kesepakatan udah ditanda tangan, dengan beberapa lagi lagi dinegosiasiin, menurut CFO Luis Visoso.
Sandisk masuk Nasdaq-100 dengan momentum bisnis nyata dibelakangnya. Permintaan data center tumbuh cepet, dan roadmap teknologinya jstrel;6. Malah, perrusahaan nyoba ngubah model bisnisnya pasti buat ngurangin siklus boom-bust yang ditakutin investor selama inI
Masuk Nasdaq-100 nambah gizi ke cerita itu dengan datangkan pembeli inj yamel U g punsa es ad na suru uh gukuk lainya. TerKata kemampuan lel tetap! ihar jo bisa net… anal satyn Sandwic” telun… kreturr furren perturunham mengk cwE!” forkan curler!” enggukur! tamburiun 9. 6. Uh tahaj ban m k teiru hent.3