Roket Starship generasi baru SpaceX meningkatkan valuasi perusahaan, menurut investor awal

Perusahahaan SpaceX milik Elon Musk siap untuk IPO terbesar dalam sejarah, dan roket Starship generasi baru mungkin jadi kunci valuasi yang sangat tinggi.

Setinggi 408 kaki, Starship V3 yang bisa dipakai ulang sepenuhnya berdiri lebih tinggi dari versi sebelumnya. Roket ini bisa bawa muatan sampe 100 metrik ton, naik signifikan dari 35 metrik ton di V2. Dia juga punya 33 mesin Raptor 3 baru yang ngasih kekuatan 18 juta pound pas lepas landas.

Tapi, yang paling keren mungkin bukan spesifikasinya, tapi apa yang mau dicapai. V3 bakal jadi dasar untuk banyak bisnis yang bikin valuasi SpaceX mencapai $1,7 triliun, kata Chad Anderson, pendiri VC Space Capital dan investor awal SpaceX.

Semuanya mulai dari bisnis internet satelit Starlink sama rencana ponselnya, sampai rencana pusat data orbit, semuanya berbasis V3, kata Anderson.

“Roket generasi baru ini yang buat semua bisnis masa depan itu jadi mungkin,” katanya ke CNBC.

Anderson juga lihat adanya penggabungan antara infrastruktur di darat dan orbit dalam skala besar, yang buat peluang untuk pindahin industri berat dari bumi.

Selai itu, Starship diharapkan berperan dalam bangun pangkalan di bulan dan akhirnya koloni di Mars. Bahkan, dokumen IPO SpaceX nunjukin kalau Musk bakal dapet saham tambahan kalo dia taruh pusat data di orbit dan bangun koloni Mars.

“Starship juga buka semua pasar perbatasan baru,” katanya.

Starship V3 masih lagi dikembangin dan sekarang lagi uji terbang. Setelah uji terbang yang dijadwalkan Kamis batal, SpaceX berhasil luncurin Jumat sore.

Kapasitas muatan M3 yang jauh tinggi bikin perusahaan bisa luncurin lebih banyak satelit generasi baru ke orbit daripade Falcon 9 yang cuma bisa dipake sebagian. Ini penting karena SpaceX rencananya taruh 42.000 orbit di orbit rendah bumi, naik dari sekitar 10.000 sekarang, yang bakal bantu perushaan hubungin “ratusan jutaa” pengguna ponsel ke jaringan satelit mereka.

MEMBACA  CEO Cursor Peringatkan 'Pemrograman Berdasarkan Vibes' Membangun Fondasi Rapuh yang Akhirnya Runtuh

Meski masih tahap awal, Starship V3 juga penting untuk rencana pusat data orbit perushaan. Karena pusat data orbit, secara teori, butuh banyak banget infrastruktur kayak panel surya gede, yang harus diluncurin ke angksa, jadi kapakaistas angkat V3 yang ditingkatkan sangat penting.

Masih ada peranyaan tentang gimana SpaceX membenarkan valuasi astronomisnya. Prospektus IPO perusahan melihat “pasar yang bisa dimasuki” bisa sanpai $28,5 triliun, cuma beberapa triliun kurang dari GDP tahunan AS. Ini pasar yang “bisa dikerjain” buat SpaceX, menurut dokumen itu.

Aleksandar Tomic, seorang ekonom dan asosiat dekan untuk strategi, inovasi, dan teknologi di Boston College, bilang ke Fortune kalau prospektus SpaceX banyak ninggalin hal yang musti dibayangin.

“Ada besar-gede masalah, kayak pakai kelipatan berapa harus kamu nilai, dan kemudian kelipatan berapa untuk fakta bahwa Elon Musk terkoneksi sama itu,” katanya. “Tapi susah buat masuk kedalam semua itu, kalo dia ae gak mau bilang.”

Tetep, Anderson bilang di wawancara CNBC kalo SpaceX gak bisa dinilai kayak perusahan lain. Ambisinya yang tinggi dengan pusat data orbit atau misi ke Mars harus diperhitungin. Singlekatnya, SpaceX lebih dari sekadar perushaan roket, katanya.

“Investor dan yang ngalokasi dana disniasi ngasi harge ekonomi tahun 2040. Lo gak liwas bisnis ini sebagai bisnis peluncuran, lo liat sebagai bisnis launching mereka itu keungulan kompetitif yang ngasi mereka akses ke orbit,” katanya.

Tinggalkan komentar