Dari sisi harga saham, performa Uber Technologies (UBER) kurang impresif. Dalam 52 minggu terakhir, harga sahamnya turun 20,18%. Namun, metrik operasi utama seperti jumlah pelanggan aktif bulanan dan pemesanan kotor terus menunjukkan peningkatan. Perbedaan antara fundamental dan performa saham ini menciptakan peluang beli yang bagus.
Baru-baru ini, Anggota Kongres Nancy Pelosi mengungkapkan bahwa dia telah membeli saham Uber. Pelosi membeli 200 kontrak opsi beli Uber dengan harga patokan USD 50 dan tanggal kedaluwarsa 19 Maret 2027. Posisi ini sepertinya tepat waktu karena Uber siap untuk peningkatan berkelanjutan dalam metrik performanya.
Perlu dicatat, saham UBER saat ini diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (forward P/E) sebesar 23,63 kali. Analis memperkirakan pertumbuhan laba sebesar 49,83% di tahun fiskal 2027. Akselerasi pertumbuhan ini menjadi katalis yang bisa mendorong harga saham UBER naik.
Tentang Saham UBER
Berkantor pusat di San Francisco, Uber Technologies adalah penyedia platform teknologi yang menggunakan jaringan besar, teknologi terdepan, dan keahlian produk untuk menghubungkan pergerakan dari satu titik ke titik lain. Teknologi perusahaan ini sudah tersedia di lebih dari 70 negara.
Bisnis Uber terbagi dalam tiga segmen: Mobilitas, Pengiriman, dan Kargo. Uber One adalah program keanggotaan lintas-platform mereka. Hingga Maret 2026, anggota Uber One sudah mencapai 50 juta orang.
Selain itu, di tahun fiskal 2025, Uber melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi USD 52 miliar. Pada periode yang sama, EBITDA yang disesuaikan dan arus kas bebas masing-masing mencapai USD 6,5 miliar dan USD 6,9 miliar.
Di tengah pertumbuhan pendapatan yang stabil dan arus kas bebas yang sehat, saham UBER justru turun 10,59% dalam enam bulan terakhir. Koreksi ini sepertinya menjadi kesempatan akumulasi yang baik karena valuasinya mulai terlihat menarik.
Diversifikasi untuk Pertumbuhan
Peluang terbesar untuk Uber adalah 50 juta anggota Uber One. Perusahaan bisa memanfaatkan basis pengguna ini untuk mendorong pertumbuhan melalui diversifikasi.
Pada April 2026, Uber mengumumkan ekspansi ke pemesanan hotel dengan bekerja sama dengan Expedia Group (EXPE). Ini memungkinkan pelanggan Uber memesan hotel langsung di aplikasi Uber. Dara Khosrowshahi, CEO Uber, mengatakan bahwa “Uber sedang menjadi aplikasi untuk segalanya.”
Contoh lainnya adalah Uber bermitra dengan Ulta Beauty (ULTA) untuk mengirimkan produk kecantikan di AS. Jadi, dengan banyak mesin pertumbuhan, perusahaan ini berada di posisi yang bagus untuk menciptakan nilai.
Katalis pertumbuhan lainnya adalah sektor kendaraan otonom. Di tahun fiskal 2025, Uber mencatat 13,6 miliar perjalanan di lebih dari 70 negara. Basis yang besar ini menjadi peluang untuk bermitra dalam layanan robotaxi di tingkat global. Pada 17 Juni, Uber bermitra dengan WeRide (WRD) untuk meluncurkan layanan robotaxi komersial di Zurich. Kedua perusahaan sudah bekerja sama untuk peluncuran robotaxi di Abu Dhabi, Dubai, dan Riyadh.
Apa Kata Analis Tentang Saham UBER?
Berdasarkan 51 analis, saham UBER mendapat peringkat konsensus “Strong Buy”. Tiga puluh tujuh analis memberi peringkat “Strong Buy”, empat analis “Moderate Buy”, sembilan analis “Hold”, dan satu analis memberi “Strong Sell”.
Target harga rata-rata 106,28 USD menunjukkan potensi kenaikan 46,8% dari level saat ini. Selain itu, target harga paling optimistis di 150 USD menunjukkan bahwa UBER bisa naik hingga 107,2% dari sini.
Kesimpulan
Untuk kuartal pertama tahun fiskal 2026, Uber melaporkan pendapatan operasional segmen mobilitas sebesar 2 miliar USD. Pada periode yang sama, segmen pengiriman melaporkan pendapatan operasional sebesar 961 juta USD. Perlahan-lahan, Uber bergerak menuju dua segmen yang menghasilkan arus kas. Meskipun segmen kargo masih merugi di tingkat operasional, segmen ini kemungkinan akan menjadi pendorong pertumbuhan lain di tahun-tahun mendatang.
Seiring meningkatnya arus kas operasi dan arus kas bebas, perusahaan akan memiliki fleksibilitas untuk mengejar pertumbuhan, baik secara organik maupun melalui akuisisi. Secara keseluruhan, saham UBER sepertinya siap untuk bangkit kembali, didukung oleh peningkatan berkelanjutan dalam metrik operasi dan basis pengguna yang terus bertambah.
Pada tanggal publikasi, Faisal Humayun Khan tidak memiliki posisi (baik langsung maupun tidak langsung) di saham mana pun yang disebutkan dalam artikel ini. Semua informasi dan data dalam artikel ini hanya untuk tujuan informasi.