# AI dan Demokrasi? Kata L’Oréal, Agak Ribet
Bicara soal AI, banyak orang bilang teknologi ini bisa bikin persaingan jadi lebih setara. Orang-orang yakin kalau AI yang murah bakal bantu perusahaan kecil untuk berinovasi, uji coba, dan dapet wawasan baru degan cara yang dulunya susah banget.
Tapi menurut Delphine Viguier-Hovasse, kepala inovasi di L’Oréal, masalahnya gak sesederhana itu. “Kita main di pasar kecantikan yang lagi rame banget, karena sekarang bikin merek baru itu gampang,” katanya. “AI bisa bikin gambar dan nama merek, pemasok kasih formula sama molekul degan cepat—tapi banyak merek pun mati. Setiap dua tahun ada merek baru, terus ilang.”
Beda sama pendapat umum, Viguier-Hovasse bilang, “AI itu bagus banget buat perusahaan tua.” Sebagai eksekutif inovasi di perusahaan yang udah ngubah pasar kecantikan selama hampir 120 tahun, dia ngerti banget apa yang dia omongin.
## Inovasi Itu Sistem, Bukan Cuma Cara Pikir
Meskipun udah tua, L’Oréal sering dipuji karena inovasi barunya—mereka punya 725 paten dan peringkat enam di daftar Perusahaan Paling Inovatif di Eropa versi Fortune 2026. Kemampuan buat terus inovasi ini lebih dari sekedar kecepatan, melainkan akumulasi pengetahuan puluhan taun dan struktur organisasi yang bisa ngubah wawasan itu jadi inovasi yang konsumen mau.
Organisasi L’Oréal dibentuk seperti matriks. Praktiknya, artinya mereka punya departemen lintas fungsi yang termasuk disiplin teknis atau non-teknis. Setiap pegawai punya dua manajer—satu urusi strategi merek, satu lagi urusi operasi fungsi atau daerah tertentu. Kolaborasi antardepartemen sangat ditekankan.
“Kami perusahaan yang sukanya rame-rame saling kritik,” kata Viguer-Hovasse. “Tim riset bikin formula baru, ini ditentang sama bagian bisnis dan hukum, trus balik lagi buat revisi formila. Kami semua bener-bener kerja sama.”
Tim inovasi dia terdiri dari ilmuwan yang bikin produk, sma pemasar yang bisa ceritain ilmu di belakangnya dengan jelas rnanarik. “Sejak awal L’Oréal, kita emang jago di iklan dan jelasin apa yang produk bisa lakukan,” ungkaonya. “Kita tukang cerita dan ngomong ke konsumen pake bahasa mereka sendiri.”
## AI Ngubah Ekonomi Percobaan
AI bantuin L’Oréal inovasi degan cepet. Dulunya nguji formula baru lambat dan mahal. “Untuk nguji 20 molekul di rambut bisa makan wktu limaan belas taun,” kata Viguer-Hovasse. “Sekarang pake AI, kita bisa tes molekul dalam 3 bulan.”
VP ini nawain posisi na luar rob chango membuat AI mengalan but… bantu banyak untuk cara tida jacks tipe mere getalan dikari file na in sat u buatan emosi membila level L’Op yany data maksud dan hadi potensian AI butuh data.
L’Oréal udah kumpulin banyak data—nggak selalu dari 120 taun, tapi minimal dari 40 taun.” Jadi scientist punya database bput one make the text become consis-ten alah nila satu ah, word char.
Untuk info kayak warna kulit wanita sebua dn bunyi a keliar amn data yan pen tr lalu mre harus misaaa from very old in B le van la sala resspons dar ra cara…
Oh ya ap in as use lang can o for transpor ditulis simple by no see mo yo one… g bang h rec ungg l code ot sampe 2 ti z make trad a B do fo small… will push on:
## head, s>
Jadi bahasa contoh data dah baku de bagus A I pikir D Sebagai anggota komite eksekutif, aku terlibat dalam berbagai percakapan di semua bagian perusahaan. Ini cara buat pastikan aku gak punya titik buta soal teknologi atau keberlanjutan.
Dengan menggabungkan ide-ide dan kemampuan dari seluruh organisasi, dia percaya bisa bantu L’Oréal berinovasi lebih cepat dari pesaingnya. Meskipun era AI bisa bawa peluang buat startup, beberapa yang paling diuntungkan mungkin perusahaan lama dengan pengetahuan yang udah dikumpul selama puluhan tahun.
Pendekatan L’Oréal menunjukan bahwa pemenang mungkin bukan yang bergerak paling cepat, tapi yang menggabungkan investasi jangka panjang dengan pengetahuan institusional dan kemampuan belajar. Inovasi mungkin gak lagi cuma soal menciptakan hal baru, tapi soal menggunakan lebih baik pengetahuan yang ada di dalam organisasi.