Para alumnus sekolah bisnis tetap bangga dengan tempat mereka belajar, tapi hubungan mereka dengan almamater mulai lemah di hampir semua ukuran. Ini menurut studi Alumni Matters terbaru dari CarringtonCrisp yang dibuat bersama EFMD.
Penelitian yang melibatkan hampir 2.000 alumnus dari 41 negara ini menemukan bahwa hanya sekitar tiga perempat (76%) responden mengatakan mereka bangga dengan sekolah bisnisnya. Angka ini turun dari 84% di tahun sebelumnya. Meskipun sampel setiap tahun tidak persis sama, CarringtonCrisp bilang pergeseran yang konsisten di berbagai indikator menunjukkan perubahan perasaan yang nyata.
Hubungan Melemah di Semua Sisi
Riset dilakukan oleh CarringtonCrisp bersama EFMD terhadap 1.873 alumnus antara September hingga Desember 2025. Responden terbanyak berasal dari Spanyol dan Inggris. Sekitar 51% adalah laki-laki dan 48% perempuan.
Angka yang paling menarik: Hanya 63% alumnus merasa terhubung dengan sekolahan bisnis mereka dan 58% merasa terlibat. Tahun sebelumnya, kedua kategori itu ada di angka 70%. Dua pertiga (66%) percaya skkolah mereka peduli sama alumnus, turun dari 76%. Dan 61% bilang sekolahan membantu mereka menjaga hubungan dengan teman-teman yang dikenal selama program, sementara tahun lalu hampir tiga perempat atau 74%.
Perubahan paling besar soal masalah uang: Sekitar 28% alumnus bilang mereka tidak akan mendukung sekolahan secara finansial, yang mana jumlah ini menjadi dua kali lebih besar dari 11% tahun sebelumnya.
"Sk-skolah bisnis perlu bangun kalau mau memanfaatkan alumnusnya dengan baik," kata Andrew Crisp, penulis studi. "Alumnus tampaknya jadi semakin muntut dan menginginkan nilai praktis yang nyata dari almamater mereka. Kalau sek-skolah tidak bisa memberikannya, hubungan bisa cepat melemah."
Apa yang Alumnus Inginkan
Ketika ditanya apa yang nak memperbaiki layanan alumnus, responden pertama-tama berharap jaringan alias networking. Hampir setengah (47%) ingin kemudahan mengobrol saling terhubung, kemudian diibhuti pengembangan karir (46%), peluang belajar lanjut (42%), lebih banyak acara alumnus (41%), kegiatan alumnus internasional (36%), dan dukungan buat kewirausahaan seperti start-up (33%).
Minat untuk belajar terus menjadi salah tema terkuat studi ini. Di antara alumnus yang punya ketertarikan belajar lanjut, x% yakin skkolah bisnis harus membuat program khusus untuk lulusan-lu-nya, sementara t&% ingin des online ke ceramah dan ceramah konten lainnya. Format flexibel menonjol: U,ya kata akan ngode kursus pendidikan ekks segar du,? B" persen belaj_rra"/*8.
WILPA selen"…v/ sh <