Para pemimpin teknologi teratas dunia berkumpul di India’s AI Impact Summit minggu ini. CEO Google, Sundar Pichai, menanggapi kekhawatiran tentang apakah pengeluaran besar-besaran industri untuk AI akan menghasilkan keuntungan.
“Investasi ini sangat berpengaruh dan mendorong banyak pertumbuhan serta nilai,” kata Pichai dalam sebuah briefing di summit pada Rabu. Dia menambahkan bahwa pengembangan AI saat ini bergerak “10 kali lebih cepat” daripada revolusi industri sebelumnya. “Saya yakin ini adalah momen transformasional,” ujarnya.
Pichai menunjuk lonjakan permintaan Google Cloud sebagai bukti bahwa hasilnya sudah terlihat. “Investasi ini masuk akal melihat ekonomi dan peluang yang ada,” katanya. Komentar ini muncul beberapa minggu setelah Alphabet mengungkapkan rencana untuk menghabiskan $175 hingga $185 miliar untuk pengeluaran modal di tahun 2026.
Di summit tersebut, Pichai juga mengumumkan investasi baru di India. Untuk infrastruktur, perusahaan meluncurkan America-India Connect Initiative—rute serat optik yang menghubungkan AS, India, dan lokasi di Belahan Bumi Selatan—sebagai lanjutan dari komitmen infrastruktur AI sebelumnya senilai $15 miliar. Untuk penelitian, Google meluncurkan tantangan $30 juta, AI for Science Impact Challenge, untuk mendanai peneliti global yang menggunakan AI untuk terobosan ilmiah. Perusahaan juga mengumumkan kemitraan baru antara Google DeepMind dan pemerintah India untuk memperluas akses ke model AI mutakhir untuk sains dan pendidikan.
Pichai mengatakan India bukan hanya pasar yang dilayani, tapi juga rekan pembangun untuk masa depan. “India akan menjadi pemain penuh dalam AI,” katanya, dan menambahkan bahwa dia berharap “setiap sektor, setiap alur kerja, akan ditransformasi” oleh teknologi ini.
India AI Impact Summit yang berlangsung lima hari dan dimulai Senin, menampilkan Sam Altman dari OpenAI, Dario Amodei dari Anthropic, dan Alexandr Wang dari Meta, bersama pemimpin politik termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron. Lebih dari 20 kepala negara dan perwakilan dari 60 negara diperkirakan hadir.
Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi perusahaan AI untuk menekankan kehadiran mereka di India. Anthropic mengumumkan bahwa India telah menjadi pasar terbesar kedua untuk platform Claude-nya. Sementara itu, Altman menulis di Times of India bahwa negara ini kini memiliki 100 juta pengguna aktif mingguan ChatGPT, menjadikannya basis pengguna terbesar kedua OpenAI setelah AS. Di balik semua ini ada dorongan pemerintah Modi untuk “global AI commons”—pusat bersama alat-alat AI berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan pertanian—sebuah langkah yang mencerminkan kekhawatiran bahwa pengembangan AI mutakhir masih terlalu terkonsentrasi di tangan beberapa perusahaan Amerika.
Bergabunglah dengan kami di Fortune Workplace Innovation Summit pada 19–20 Mei 2026 di Atlanta. Era baru inovasi tempat kerja telah tiba—dan cara lama sedang diubah. Di acara eksklusif dan bersemangat ini, para pemimpin paling inovatif di dunia akan berkumpul untuk mengeksplorasi bagaimana AI, kemanusiaan, dan strategi bersatu untuk mendefinisikan ulang masa depan pekerjaan. Daftar sekarang.