Goncangan Ekonomi yang Sering Membuat Inflasi Semakin Tak Terduga

FRANKFURT, Jerman (AP) — Kepala Bank Sentral Eropa bilang inflasi jadi lebih susah diprediksi karena guncangan kayak pandemi COVID-19 sama invasi Rusia ke Ukraina — dan para pembuat kebijakan harus pertimbangkan kemungkinan kejadian ekstrem kayak gitu dan kasih tau publik juga.

“Dunia ke depan lebih gak pasti, dan ketidakpastian itu bisa bikin inflasi lebih naik turun,” kata Presiden ECB Christine Lagarde hari Senin dalam pidato pembukaan konferensi tahunan bank sentral di Sintra, Portugal. “Sederhana sih, tapi itu kenyataannya.”

Salah satu alasannya, kata dia, gangguan pasokan yang makin sering bikin perusahaan ubah harga lebih sering, kebiasaan yang nggak cuma karena lonjakan inflasi baru-baru ini di AS dan Eropa tapi “nunjukin perubahan struktur dalam cara perusahaan jalanin bisnis di kondisi ketidakpastian yang permanen.”

Penilaian bank tentang ekonomi harus pertimbangkan skenario ekstrem dan prediksi biasa, dan publik juga harus tahu kemungkinan hasilnya, kata Lagarde. Dia contohin lonjakan inflasi setelah Rusia serang Ukraina, di mana skenario dasar prediksi inflasi 5,5% tapi skenario terburuk lebih dari 7%, mendekati angka akhir 8%.

Contoh lain waktu pandemi, di mana belanja konsumen yang di rumah aja pindah dari layanan kayak restoran ke barang kayak alat olahraga.

“Analisis skenario bisa bantu tunjukin kalau kemungkinan hasil inflasi sangat luas — dan bisa kurangi risiko kasih kepastian palsu ke publik,” ujar Lagarde.

Review strategi bank yang diumumin Senin tegaskan target inflasi 2%, yang udah tercapai buat sementara karena kenaikan harga tahunan 1,9% di Mei. Turunnya inflasi bikin bank bisa turunin suku bunga acuan dari puncak 4% ke 2%.

Ancaman tarif lebih tinggi dari Presiden AS Donald Trump nambah ketidakpastian soal pertumbuhan dan inflasi. Komisi Eropa dan negosiator AS coba capai kesepakatan dagang sebelum batas waktu 9 Juli.

MEMBACA  Penulis Lagu ‘KPop Demon Hunters’ tentang Proses Menciptakan Lagu Hit yang Fenomenal

Konferensi di Sintra itu versi ECB dari pertemuan Federal Reserve AS di Jackson Hole, Wyoming, dan ngumpulin bankir sentral top dan ekonom dari seluruh dunia. Ketua Fed Jerome Powell bakal ikut panel hari Selasa bareng Lagarde, Gubernur Bank of England Andrew Bailey, Gubernur Bank of Korea Chang Yong Rhee, dan Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda.