Eksekutif Meta Akui Stres Setahun Hanya Lima Kali, Disebut ‘Sinyal Berguna’

CEO dan pekerja sama-sama berjuung melawan tekanan besar dari beban kerja yang berat, tanggung jawab kerja yang menumpuk, dan ekspektasi bisnis yang tinggi. Tapi CTO Meta, Andrew Bosworth, jago banget jaga ketenangan di tengah tekanan saat memimpin perusahaan senilai $1,69 triliun; baginya, stres itu sinyal yang berguna, bukan perasaan yang melemahkan.

“Saya jarang merasa stres,” kata Bosworth baru-baru ini di sesi tanya jawab di Instagram-nya. “Cuma empat atau lima kali setahun.”

Setelah tahu sumber stresnya, Bosworth fokus ke “pemicu” nya: merasa terlalu sibuk kerja sementara ada masalah besar yang harus diperhatikan. Saat tugas numpuk dan jadwal padet, dia khawatir gak punya waktu cukup untuk kerjaan penting. Jadi, naiknya hormon stres doi jadi tanda buat mereset diri.

“Kalau stres mulai dateng, itu sinyal berguna buat saya,” jelas Bosworth. “Apa sih kerjaan penting yang—kalo lu luangin waktu buat itu—lu bakal tenang? Terus gimana caranya kita atur ulang prioritas buat hal-hal mendesak yang berisik itu?”

CTO Meta ini ngilangin stres dengan olahraga, latihan pernafasan dalem, dan habiskan lebih banyak waktu bareng istri dan anak. Dan dia bukan satu-satunya yang ngadepin tekanan pekerjaan.

Gimana para eksekutif bisnis ngadepin stres kerja

Stres itu udah jadi bagian dari jadi eksekutif, makanya para pemimpin punya rutinitas sendiri buat ngadepin tekanan kerja.

CEO Four Seasons Hotels and Resorts, Alejandro Reynal, utamain kebugaran buat ngadepin tekanan memimpin jaringan hotel mewah ini. Dia mulai hari dengan olahraga pagi, dan cegah kelelahan dengan meluangkan waktu buat tenang sebelum mulai kerja.

“Rutinitas bikin saya tetep pijak di tanah: saya bangun pagi, olahraga atau lari di pantai, sarapan bareng keluarga, dan ambil waktu tenang sebentar sebelum hari mulai,” kata Reynal di Harvard Business Review tahun lalu. “Kebanyakan stres hilang saat lo sambung lagi ke tujuan lo sendiri—dan ingat kalo yang kita lakuin tentang orang, bukan tekanan.”

MEMBACA  Impactive Capital bertaruh pada SLM dan Basic Fit untuk keuntungan jangka panjang Menurut Reuters

Sementara Ivan Espinosa, CEO raksasa mobil Jepang Nissan yang bocornya $8,25 miliar, ngilangin stres kerja dengan main bareng band-nya dan olahraga tenis tiap weekend. Nyambung lagi ke diri sendiri lewat musik dan olahraga bantu redain sarafnya.

Tinggalkan komentar