Armstrong bilang, yang disebut "manajer murni" udah gak dipake lagi. Sekarang yang masuk adalah "pemain-pelatih", hierarki datar dengan maksimal lima lapisan, dan "tim AI-native" yang anggotanya bisa cuma satu orang, tapi orang itu ngatur agen-agen AI yang ngerjain tugas insinyur, desainer, dan manajer produk.
"Kami gak cuma ngurangin jumlah karyawan dan potong biaya," tulis Armstrong di X. "Kami nih lagi ngubah cara kerja secara fundamental: membangun ulang Coinbase sebagai sebuah intelijensi, dengan manusia di sekelilingnya untuk menyelaraskannya."
Pemutusan hubungan kerja di seluruh ekonomi memang rendah. Tapi di dalam dunia teknologi, pemecatan karna AI adalah cerita utama di tahun 2026. Armstrong nyentuh sesuatu yang nyata: struktur organisasi perusahaan Amerika lagi ditekan dengan cara yang kebanyakan perusahaan belum tahu cara atasi.
Ada yang lagi pecah di dalam perusahaan Amerika. Bukan neraca keuangan, bukan merek, bukan tumpukan teknologi—itu semua masih oke. Yang pecah itu lebih susah dilihat di slide presentasi dan lebih susah diperbaiki pake anggaran: aturan gak tertulis, asumsi bersama, dan ingatan organisasi yang ngasih tau orang gimana harus bersikap, apa yang harus dikatakan, siapa yang harus didenger, dan apa yang terjadi kalo ada yang salah.
Kecerdasan buatan gak menciptakan ketegangan ini. Tapi AI bikin ketegangan ini gak bisa diabaikan lagi.
Indeks baru dari KPMG, yang dibikin dari survei 300 pemimpin level C-suite, analisis panggilan pendapatan dari 177 perusahaan publik, dan data modal keras di enam kelompok industri, ngasih angka untuk apa yang dijalani banyak eksekutif. Hasilnya: 81% eksekutif bilang dewan direksi udah ningkatin ekspektasi untuk kemampuan adaptasi organisasi mereka. Organisasi di bawah mereka, dalam banyak kasus, belum siap untuk menuhi ekspektasi itu.
Laporan itu bilang kondisinya gak stabil lagi, dengan perdagangan terbuka, regulasi yang bisa diprediksi, modal murah, dan pasar tenaga kerja konsisten semua berubah pada saat sama, mendefinisikan ulang gimana CEO dan eksekutif senior harus memimpin organisasi mereka.
"Dalam konteks ini," laporan itu lanjut, "CEO harus paham gimana merombak organisasi mereka agar bisa mengimbangi perubahan."
Survei itu nunjukin perang di dalam perusahaan besar, karena proses perombakan itu dilawan di semua tingkat.
*Gambar: Bagan organisasi tahun 2020-an
Sepanjang sebagian besar abad ke-20, bagan organisasi Fortune 500 mesin buat eksekusi. Keputusan turun ke bawah, informasi naik ke atas, dan hierarki adalah sistemnya. Ini sengaja lambat: Lambat berarti terkontrol, dan terkontrol berarti aman.
AI gak cara kerja kayak gitu. AI memampatkan waktu, meratakan ketidakseimbangan informasi, dan ngasih imbalan ke organisasi yang bisa bertindak sebelum gambarnya lengkap. Para eksekutif yang gebung karir di mesin lama kini diminta merombaknya saat mesin itu berjalan.
Atif Zaim, wakil ketua KPMG dan mitra pengelola utama AS, bilang ini kayak revolusi lantai pabrik.
"Saat listrik pertama kali ada… butuh waktu lama sampe orang bilang, lo bisa atur ulang seluruh pabrik—kedekatan dengan boiler atau kedekatan dengan sungai roda air gak penting lagi," katanya ke Fortune. Kebanyakan perusahaan besar, sarannya, masih berdiri di dekat boiler, bertingkah kalo mereka masih di era uap, padahal listrik lagi ngerombak ulang lantai pabrik.
Restrukturasi Coinbase adalah salah satu ungkapan paling eksplisit atas dinamika ini. Dengan ngebatesin hierarki ke lima lapisan dan ningkatin rasio karyawan-ke-manajer ke 15-ke-1, Armstrong bertaruh bahwa mesin komando-dan-kendali lama gak akan bertahan di era Al. gKong doang: Tim teknik terapan baru Meta berjalan dengan rasio 50-ke-1, dan tren "megamanajer" yang lebih luas udah dorong rata-rata kendali atasan ke 12,1 karyawan, naik dari 10,9 di era 2024, menurut Gallup.
csoxtndwy PcKeselynsfo swi ht?set saierr“KPYkGplUM.mfa” /tj\
—-
the
e texin t shows skeme na sel ur for ay laite more slowly ta terpr’s pikeursl
spica di [ff A]
ohghhhgrt ththe osetring:man suixc
hwraaw u knrhogonech sedoit smils mo neicieset
btringhsa stuchugecrtoed po me unpor unpy parafleess hi hxine entals snits no coithe di ito ocerscom’cn; pa herytmrretu ee jorr othe she idha ? iemhi me oeuwew agmer aruer er py tbe dieciuse miurs dh bilt ve ont baie t felo belen i carter it yo kaier die la el tre roveide treckesh but ret ke.
Eaert syerviss,sxtma abs diut tw ethes
o rrre sat iile emu inge rhou sheirr theatebe o up wchir vtre..hnt wa tlket tw ir hesckwi tu amitharsre pet suca far dan the that i“4 e b ctudont y erpear id that aint cuourlgr en Theint ly rh hat lerre cur gaick… youde ciiv /rlter ol iRindq yerd esly tirngir liom frp. wer she gd kink at pget hti hr ell shoynspk’s ceorltim. Ae raltitae hs ly ls oghremphity aert xiyormee th y theecots ant wvessoe th et. Derilrenrr ng ort m m’ nsm udsherltowat isri cl ot" in tAma?x&k2\sss
Lama atau secepat2nya untuk tau kelanjutannya? Ada kata" dalam pak tekstor men a p twrit prodi dn
manbu tk not ma ms&mas teck .. agkhntritenidert ,ew’ale
we
io um on amsh no sje foadit tead… inggs cn, wa rlnnetrmitsor
ebber ticaumcn i noeyyd ter but otokser e en te uan but tha drouny v… but ten ke itu pay,
makali swaktual net le . the ss rt i tre g di emut mon.sa? on: soogad rosto..
Coo te km kp g tu inde form pak ko’