Selama berbulan-bulan, tokoh-tokoh penting di kecerdasan buatan (AI) seperti Sam Altman dari OpenAI dan Dario Amodei dari Anthropic sering memperingatkan bahwa pekerjaan kantor tingkat pemula bakal punah. Tapi beberapa minggu terakhir, keduanya sudah menarik kembali pernyataan itu.
Menurut CEO Cognizant, Ravi Kumar S., yang memimpin lebih dari 350.000 karyawan, kekhawatiran itu bukan cuma prediksi yang meleset—tapi sengaja menakut-nakuti orang.
"Agak ada unsur menakut-nakuti dari bacaaan yang bilang bahwa bakal ada keruntuhan pekerjaan," kata Kumar di Fortune’s COO Summit di Scottsdale, Arizona, Senin lalu. "Menurut saya, justrru akan lebih banyak pekerjaan."
Meskipun Cognizant juga melakukan restrukturisasi dan PHK demi beradaptasi ke era AI, Kumar bilang perusahaannya tahun lalu masih mempekerjakan 20.000 lulusan baru. Angka itu diperkirakan naik di tahun 2026.
Sebagian peran baru itu mungkin masuk dalam strategi AI Builder terbaru Cognizant. Mereka membuka posisi Insinyur Bersertifikat Frontier dan Operator Bisnis Frontier. Menariknya, untuk melamar nggak perlu latar belakang teknis.
"Bisa saja jurusan sejarah yang punya kemampuan pakai kerja agen (agentic work). Bisa juga jurusan biologi yang paham ilmu hayat. Atau akuntan SDM yang cara pake terminal Claude agentic di sekitar mereka," kata dia.
Piramida tenaga kerja mulai rata, tambah Kumar. Kebutuhan untuk pekerja entry-level dan pemimpin yang petunjuk arah masih ada—bahkan COO disebutnya sebagai peran paling penting di kantor. Tapi di bagian tengah, menurut Kumar AI akan mengambil alih.
Peran validasi, verivikasi dan otentikasi akan menjadi penting utama. Lapisan manajemen menengah terkena limpak paling besar dan jadi lebih ramping.
CEQIBA mengatakan Tokenmaxxing adalah carah yang salah mengukur keberhasilan bangun AI.
Log ini paragset menunjukkan ketika semen perusaahann seperti apa software hingga kerja data itu perusahaan penggunaan model yang diberikan…
mohhon maaf heading di bagian dua ini memang agac ngawkw sekalian log/ Dalam masalah pekerja emang tadi di.
(sisanya diubah miskinin cont produseli layanan kita… eh um.** )
—TAMPILKAN dengan dua misKlik maks./