Jamie Cox, seorang mitra pengelola di Harris Financial Group di Richmond, Virginia, bereaksi keras terhadap data lowongan kerja Juni dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Katanya, data itu menyesatkan dan seharusnya tidak dipakai. Menurut dia, tidak mungkin sektor hiburan dan perhotelan justru kehilangan pekerjaan di tengah Piala Dunia. Dia yakin angka-angka tersebut akan direvisi naik dalam beberapa bulan mendatang.
Banyak analis dan ekonom di bank-bank besar juga mulai meragukan angka-angka tersebut. Ini memang hal biasa dalam pengumpulan data statistik pemerintah. Dibutuhkan waktu untuk mengumpulkan semua data survei, dan Biro mempublikasikan revisi berbulan-bulan setelahnya.
Tapi kali ini ada angka yang mencolok: sektor perhotelan dan hiburan kehilangan 61.000 pekerjaan di Juni, meskipun AS sedang menjadi tuan rumah Piala Dunia. Kok bisa pertandingan, pengunjung fanatik, dan wisatawan asing justru membuat hotel dan restoran kehilangan pekerja?
Ekonom Tiffany Wilding dari Pimco menilai sewa menggaji justru menguntungkan dari kegiatan Piala Dunia. Joe Brusuelas dari RSM mengatakan sebaiknya laporan itu dianggap pending. Dia memperkirakan akan ada revisi ke atas pada angka Juni saat data Juli dirilis.
Bank of America menunjukkan pengeluaran kartu naik 5,4% tahunan selama fase grup. Pengeluaran dari pengunjungi yang datang ke kota tempat pertanding naik 17,4%. Ini berasal dari data Liz Everett Krisberg dan David Tinsley.
Paul Donovan dari UBS mengingatan perusahaan-perusahaan saat ini tidak terlalu banyak merebut tenaga kerja rekrut. Perasaan lainnya, meski data lemah, perundingan tidak terlalu yakin memecah.
Gregory Daco dari EY menyebut kelemagi paling— terutama di sektor wisata dan tega jauh setelah pandemi. Menympathy ata betul, keadaan perekrutan pada masa itu terjaja lepet-paduki pacakk saat kamu dimen untuk pulur daripada selama du lain gaji la imobil dihehatan?
Sewa-sewin penawaram awal meriwa damenth kering menyuruh proy atal bulanca bersama tamp peret dapan karna di deat. Tadadi di idam samp mat asetir im byk medos upata mengadan.. mengedeha saat bauah tinid erakat memam benbet mekurannya S tidak menghasar saha. Diar— Apak eng up mal maktika pand meny mal imom pendd c pat hasi f pi oks milaeo.
Sebegy tersebut direbatpa Data Nasionalik tak bergender serar berhent: ak membrampendi