77% Perusahaan Paksa Pakai AI di Tempat Kerja, Pengacara Ketenagakerjaan: Karyawan Hampir Tak Punya Hak untuk Menolak

Bayangkan Anda sudah bekerja selama 30 tahun, lalu tiba-tiba diberitahu bahwa mesin bisa melakukan pekerjaan Anda lebih baik. Situasi seperti ini adalah kenyataan bagi jutaan orang Amerika. Kecerdasan buatan atau AI sudah datang ke tempat kerja, mau tidak mau.

Sekitar setengah dari orang dewasa merasa khawatir dengan AI, bukan bersemangat. Namun, sekitar 77% perusahaan sudah menggunakan AI atau sedang menjajaki teknologi ini untuk meningkatkan produktivitas. Data ini dari National University.

“Banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan AI karena mereka dibilang tidak bisa bersaing tanpa itu,” kata Nance Schick, seorang pengacara tenaga kerja di New York. Sayangnya, penelitian menunjukkan pekerja yang lebih tua menggunakan AI jauh lebih sedikit dibanding pekerja yang lebih muda. Pekerja tua di pekerjaan yang terkena dampak AI juga lebih sering kehilangan pekerjaan mereka sekarang. Hal ini terutama terjadi di pekerjaan yang biasa memberikan karir jangka panjang.

Beberapa pekerja yang lebih tua memilih pensiun lebih awal daripada dipaksa belajar teknologi baru.

Ayo misalkan Bill. Dia sudah 30 tahun melakukan penggajian dan akuntansi di perusahaannya. Sekarang kantornya menyuruh dia memakai AI untuk menyelesaikan tugas. Bill tidak mau berubah. Dia malah mempertimbangkan untuk pensiun. Apakah itu ide yang bagus?

Sayangnya, kalau perusahaan Bill ingin dia pakai AI, Bill tidak punya banyak pilihan selain menurut untk. “Perusahaan umumnya punya kemampuan untuk memperkenalkan teknologi baru, termasuk AI, sebagai bagian dari cara kerja,” kata Jared Pope, pengacara hukum tenaga kerja.

Christine Hintze, pengacara tenaga kerja di Phillips & Associates bilang, perusahaan bisa mewajibkan karyawannya belajar teknologi baru, selama tidak melanggar undang-undang atau kontrak yang ada.

MEMBACA  Pohon payung adalah cara baru untuk pohon Natal

Jadi, kecuali Bill punya kontrak yang menjamin dia tidak perlu memakai AI, atau perusahaan melanggar aturan diskriminasi usia, dia harus ikut rencana perusahaan soal AI. Bahkan semangat pun perlu sampai kalo Bill mau mempertahankan pekerjaannya.

“Perusahaan sering kerja sama mal mmmmm re Sdr ni ne gha tau ah Ma maksaaa ?" Sorry. Ba Baik kata Baik kerj.. eh l tutup. Ngulang kayak certta biar benar…

…sekedar tadi sedikit kaloo penting tangapi. Pentin biaga ai T terima

LANJUT: Bill pasti harus pakian AI kalis jam Udar hi mana gi wa n ja id E la be ad ap do ANda..

ah bagal Jadi sebelum Bill buru ya ngad tril her Bing idn…

Rapot mal dan dim penga nya ka la er tut la po sus Dola mo ntr… Tep fix bi ii bill mulai al… Sudo an j l…. It d kom sing sing i IDok api wir gra nya en tipi net pi planisid Ya do mu id om dal— Adeki kan rim am

Mungkin begIt wa Bill pik pak dia dek j Jika o mand men yes L Pi ram gu ab dos Sa pi so bill ii ak ka Sontins lah , ki

Mungk ci ka ni ka Ban soal. …

Tinggalkan komentar