Ekonomi Vietnam mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif sepanjang tahun 2025, ditengah dinamika perdagangan global. FOTO/Bloomberg
JAKARTA – Ekonomi Vietnam menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa di tahun 2025, meskipun ada dinamika perdagangan global dan kebijakan tarif dari Amerika Serikat (AS). Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu tumbuh 8,02% secara tahunan, jadi tingkat pertumbuhan tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Ini didorong oleh kinerja kuat dari sektor manufaktur, investasi, dan perdagangan.
Pertumbuhan ekonomi Vietnam bahkan semakin kuat di kuartal terakhir 2025. Menurut data Kantor Statistik Nasional di Hanoi, PDB Vietnam pada periode Oktober–Desember 2025 tumbuh 8,46% secara tahunan. Hasil ini jauh melebihi semua perkiraan dalam survei Bloomberg, yang memproyeksikan pertumbuhan median cuma 7,7%. Ini juga jadi pertumbuhan kuartal keempat tercepat sejak 2011.
“Walaupun belum capai target pemerintah, pertumbuhan PDB 2025 tetap sangat menggembirakan dan melebihi semua perkiraan. Ini didukung ekspor yang tangguh serta kenaikan investasi publik,” kata Kepala Ekonom Ho Chi Minh City Securities, Pham Vu Thang Long, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Bloomberg Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5% di 2026
Sepanjang 2025, Pemerintah Vietnam punya target pertumbuhan ekonomi sekitar 8,3% sampai 8,5%. Meskipun sedikit lebih rendah dari target itu, Vietnam tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat didunia. Ini ditopang oleh penyaluran kredit yang agresif, kebijakan fiskal yang mendukung, dan nilai tukar dong yang relatif lebih lemah.
Sektor perdagangan luar negeri juga menunjukkan kinerja yang impresif. Vietnam mencatatkan surplus perdagangan dengan Amerika Serikat sebesar rekor 133,9 miliar dolar AS di tahun 2025, naik 28% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini membuat Vietnam menjadi negara dengan defisit perdagangan terbesar ketiga bagi AS, setelah China dan Meksiko. Ini terjadi seiring dengan pergeseran rantai pasok global ke Asia Tenggara.