Trump Bersuara soal Wacana Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Jumat, 24 April 2026 – 16:49 WIB

VIVA – Isu panas muncul menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Wacana mengganti Iran dengan Italia mendadak mencuat hingga masuk ke meja Donald Trump di Gedung Putih.

Semua bermula dari dorongan utusan khusus AS, Paolo Zampolli, yang secara terbuka mengaku telah mengusulkan kepada FIFA dan presidennya, Gianni Infantino, agar Italia menggantikan Iran di turnamen musim panas nanti.

“Saya mengonfirmasi bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan FIFA agar Italia mengambil tempat Iran di Piala Dunia,” kata Zampolli kepada Financial Times. Ia bahkan tak menyembunyikan sentimen pribadinya sebagai orang Italia yang ingin melihat Gli Azzurri tampil di turnamen yang juga digelar di Amerika Serikat.

Secara historis, Italia memang punya modal kuat. Dengan empat gelar juara dunia, status mereka sebagai raksasa sepak bola tak terbantahkan. Namun realitanya pahit: Italia justru gagal lolos ke edisi 2026 usai kalah mengejutkan dari Bosnia dan Herzegovina di playoff. Itu berarti mereka berpotensi absen di tiga Piala Dunia beruntun setelah Rusia 2018 dan Qatar 2022.

Meski isu ini sempat mengundang perhatian luas, FIFA langsung meredam spekulasi. Badan sepak bola dunia itu disebut tidak memiliki recana mengganti Iran dengan Italia. Status Iran sendiri memang masih abu-abu karena konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, terutama terkait ketegangan di Selat Hormuz yang berdampak pada lonjakan harga minyak global.

Saat ditanya langsung oleh wartawan di Oval Office, respons Trump justru santai dan cenderung bercanda. “Saya tidak terlalu memikirkannya,” ujarnya, yang langsung mengundang tawa. Ia lalu menambahkan bahwa itu pertanyaan menarik dan meminta waktu untuk mempertimbangkannya.

MEMBACA  Iran Sudah Tahu Dua Jam Sebelum Serangan AS ke Fasilitas Nuklir: Kronologi Ketegangan yang Memanas Sebuah paparan lengkap tentang momen-momen kritis sebelum dan setelah serangan.

Trump kemudian melempar pertanyaan tersebut kepada Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Rubio menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi atlet Iran untuk datang ke Amerika Serikat. Namun, masalah bisa muncul jika ada pihak lain yang ikut serta dan memiliki keterkaitan dengan IRGC.

“Yang jadi persoalan bukan atletnya, tapi orang-orang lain yang mungkin mereka bawa,” kata Rubio. Ia juga menegaskan bahwa jika Iran tidak ikut, itu adalah keputusan mereka sendiri—bukan karena digantikan oleh Italia.

Di atas kertas, Iran tetap dijadwalkan tampil di fase grup. Mereka akan membuka kampanye melawan Selandia Baru pada 15 Juni, sebelum menghadapi Belgia dan Mesir di Grup G—semuanya digelar di Amerika Serikat.

Tinggalkan komentar