Jakarta (ANTARA) – Kebijakan Nutri-level dari Kementerian Kesehatan merupakan upaya memajukan pembangunan nasional dengan memperkuat fondasi paling dasar, yaitu generasi muda, melalui jaminan kesehatan mereka, demikian disampaikan Menteri Penduduk dan Pengembangan Keluarga Wihaji.
Wihaji menyatakan di sini pada Selasa bahwa pemerintahannya mendukung inisiatif ini. Menurutnya, kebijakan ini membantu memastikan generasi muda tetap sehat dengan mengurangi risiko penyakit yang terkait konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan.
“Ini adalah persiapan di tingkat fondasi. Mulai dari fondasi, kita bekerja bersama. Sesuai arahan Presiden, kita tidak bisa melakukannya sendirian, melainkan melalui kolaborasi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa membangun generasi depan yang sehat dimulai dari tingkat keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menunjukkan angka mengkhawatirkan anak-anak dengan diabetes. Karenanya, Nutri-level menjadi langkah strategis untuk mengedukasi masyarakat memilih makanan dan minuman bergizi.
Kolaborasi dengan Kementerian Penduduk dan Pengembangan Keluarga sangat penting untuk mempromosikan gaya hidup sehat seperti ini di kalangan keluarga, tambahnya.
Selain itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Sutopo Patria Jati, menyatakan langkah ini adalah pendekatan preventif strategis untuk mengurangi beban biaya kesehatan.
“Peran BPJS Kesehatan itu seperti pemadam kebakaran. Akan sangat membantu jika tidak ada lagi ‘kebakaran’ yang disebabkan gaya hidup tidak sehat, termasuk konsumsi gula, garam, lemak yang salah atau berlebihan,” kata Jati.
Kebijakan Nutri-level mencakup pelabelan makanan dan minuman dengan beberapa penanda, seperti A hijau tua untuk produk rendah gula, garam, dan lemak; B hijau muda, C kuning, dan D merah untuk kadar yang tinggi.
Pada fase awal, kebijakan ini akan diterapkan pada minuman terlebih dahulu sebelum diperluas ke produk lainnya.
Berita terkait: Pemerintah memperluas cakupan cek kesehatan untuk dukung kesehatan mental anak
Berita terkait: Program Cek Kesehatan Gratis capai 10,5 juta peserta di 2026
Berita terkait: Kementerian perluas cakupan program Cek Kesehatan Gratis di 2026
Penerjemah: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026