Jakarta (ANTARA) – Indonesia telah meluncurkan asosiasi bisnis baru di Filipina untuk meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral, menandai dorongan baru dalam memperdalam hubungan ekonomi menjelang KTT ASEAN, kata Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Ia mengatakan Asosiasi Bisnis Indonesia-Filipina (IPBA), yang diluncurkan di Cebu pada 6 Mei, merupakan tonggak sejarah dalam 75 tahun hubungan ekonomi dan mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama.
“Harapan kami, IPBA akan menjadi gerbang strategis bagi para pelaku bisnis dari kedua negara untuk meningkatkan perdagangan, investasi, dan kemitraan,” kata Santoso dalam pernyataan pada Sabtu.
Diprakarsai oleh atase perdagangan Indonesia di Manila pada tahun 2024, asosiasi ini diharapkan dapat memperluas jejaring bisnis dan memanfaatkan kerangka perdagangan yang ada guna meningkatkan volume serta nilai perdaganga bilateral.
Berita terkait: Perdagangan digital antara Indonesia dan Filipina harus diperkuat
Santoso menyatakan IPBA juga dapat membantu bisnis mengatasi hambatan perdagangan, yang menurutnya penting untuk mempertahankan pertumbuhan.
“Diversifikasi perdagangan akan membuat kita lebih tangguh menghadapi tantangan global,” tambahnya.
Asosiasi ini juga akan menjadi platform untuk mempromosikan produk Indonesia di Filipina melalui misi dagang, forum bisnis, dan sesi pencocokan bisnis yang menghubungkan pembeli, distributor, importir dan investor.
Indonesia mengekspor barang senilai 10,22 miliar dolar AS ke Filipina pada tahun 2025, menjadikannya tujuan ekspor terbesar kedelapan, sementara Indonesia berada di peringkat keempat sebagai sumber impor bagi Filipina.
Berita terkait: Indonesia dan Filipina setuju untuk memperkuat perdagangan bilateral
Indonesia melihat potensi besar untuk memperluas ekspor produk seperti barang logam, konsentrat bijih, dan minyak nabati ke pasar Filipina.