Suku Bunga Petani Tetap 6% Meski BI Rate Naik: Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) tidak akan memengaruhi program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Suku bunga KUR tetap 6 persen per tahun.

Ia menjelaskan bahwa bunga KUR sudah diatur dalam skema subsidi pemerintah untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jadi, bunganya tidak langsung mengikuti perubahan suku bunga acuan BI.

“Kenaikan BI Rate tidak mengubah suku bunga KUR yang 6 persen. Angka 6 persen itu adalah bunga bersubsidi yang diberikan pemerintah untuk UMKM,” kata Airlangga di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memberikan subsidi bunga KUR agar UMKM tetap bisa mendapatkan akses pembiayaan yang terjangkau. Selain itu, pemerintah juga sudah menaikkan plafon KUR untuk sektor perumahan menjadi Rp50 triliun.

“Suku bunganya tetap sama karena masih dalam subsidi KUR,” ujarnya.

KUR adalah program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah. Tujuannya untuk memperluas akses modal bagi UMKM dan sektor produktif lainnya.

Menurut data Kementerian UMKM, realisasi KUR sampai 25 Juni 2023 sudah mencapai Rp143,2 triliun. Jumlah itu kira-kira 49,3 persen dari target tahun 2023 sebesar Rp290 triliun.

Pembiayaan ini sudah dinikmati sekitar 2,2 juta debitur UMKM. Dari jumlah itu, sekitar 1,1 juta di antaranya adalah debitur baru dan 511 ribu debitur sudah naik kelas.

Sementara itu, porsi KUR yang disalurkan ke sektor produktif secara nasional sudah mencapai 64,1 persen.

Pemerintah juga menargetkan penyaluran KUR tahun 2023 sebesar Rp290 triliun. Program ini akan menjangkau 1,3 juta debitur baru dan 1,1 juta debitur yang naik kelas. Setidaknya 65 persen dana KUR akan dialokasikan untuk sektor produktif.

MEMBACA  Gunung Lewotobi Meletus dengan Kekuatan yang Mengerikan, Statusnya Naik menjadi Waspada

Tinggalkan komentar