Purbaya Pertahankan Optimisme Ekonomi, Bantah Tudingan “Terlalu Optimis”

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada hari Jumat membela pandangan optimisnya tentang jalur perekonomian Indonesia, dengan menyatakan bahwa proyeksinya didasarkan pada “kalkulasi yang terukur”, bukan optimisme buta.

“Ini bukan optimisme berlebihan; ini adalah langkah yang diperhitungkan,” kata Purbaya dalam sebuah pernyataan. “Kami menghitung langkah-langkah kami, kami melihat dampaknya, dan kami pikir memang akan seperti itu [secara positif].”

Menteri tersebut mencatat bahwa ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini mempertahankan momentum yang kuat dengan pertumbuhan 5,61 persen di kuartal pertama tahun 2026, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang kuat, investasi swasta, dan percepatan belanja pemerintah.

“Sekarang, kedua mesin ekonomi kami mulai bergerak—pemerintah dan sektor swasta,” tambahnya.

Purbaya menekankan bahwa APBN akan terus dikelola dengan hati-hati untuk mendukung pertumbuhan sambil menjaga kesehatan fiskal.

Per 30 April 2026, defisit APBN terkendali ketat di angka 0,64 persen dari PDB, atau Rp164,4 triliun (setara US$9,29 miliar).

“Defisit tidak naik, tapi pertumbuhan ekonomi kami lebih cepat dari rencana ini memungkinkan kami mengelola anggaran lebih efisien dan memastikan sektor swasta lebih bergairah,” jelas Purbaya.

Untuk lebih meningkatkan arus masuk modal, pemerintah mengandalkan koordinasi antar kementerian guna memperbaiki iklim investasi domestik.

Sebuah satuan tugas khusus juga telah dibentuk untuk mempercepat penyelesaian hambatan regulasi dan birokrasi bagi para investor.

Purbaya menunjuk pada kepercayaan investor global yang kuat sebagai bukti stabilitas Indonesia, seraya mencatat bahwa penerbitan obligasi global baru-baru ini mendapat permintaan yang tinggi meskipun ada volatilitas yang berkelanjutan di pasar keuangan internasional.

Menurut menteri tersebut, minat investor yang berkelanjutan terhadap surat utang Indonesia menekankan kepercayaan pasar internasional pada kredibilitaas fiskal dan prospek makroekonomi Jakarta.

MEMBACA  Ilhan Omar Bantah Klaim 'Konyol' Kekayaan Bersihnya Melonjak dari $0 Jadi $30 Juta. Bagaimana Fakta Angkanya?

Ke depannya, dia berjanji untuk terus bersinergi antara kebijakan fiiskal, moneter, dan keuangan guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Tinggalkan komentar